Selasa, 12 Mei 2026

Perang Gaza

Serangan Tepi Barat: Para Pemukim Haram Israel dapat Melakukan Apa pun yang Mereka Suka

Sebagai orang Israel, saya malu dengan foto-foto itu dan malu dengan perilaku polisi dan tentara. Polisi dikendalikan

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
ANADOLU AGENCY/MOSTAFA ALKHAROUF
PEMUIIM YAHUDI - Lebih dari 1.000 pemukim Israel, termasuk anak-anak, berjalan di bawah pengawalan polisi Israel menuju kompleks Masjid Al-Aqsa, Jerusalem Timur, Minggu (22/7/2018). 

SERAMBINEWS.COM - Yariv Oppenheimer, dari kelompok Israel Peace Now, mengatakan gambar yang muncul dari serangan pemukim Israel yang dijaga oleh polisi di Tepi Barat yang diduduki sangat mengganggu.

“Sebagai orang Israel, saya malu dengan foto-foto itu dan malu dengan perilaku polisi dan tentara. Polisi dikendalikan oleh partai politik rasis sayap kanan ultra Itamar Ben-Gvir. Para pemukim yang menyerang warga Palestina tahu bahwa mereka bisa melakukannya tanpa ditangkap, tanpa membayar harganya," kata Oppenheimer kepada Al Jazeera.

Dia mencatat petugas polisi tidak hanya mengizinkan serangan tersebut, mereka juga mengejar dan menangkap korban Palestina di Tepi Barat yang terkepung.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, kami mendapat tekanan dari Amerika Serikat mengenai insiden semacam ini. Sekarang dengan pemerintahan Trump, Anda tidak mendengar satu kata kritik datang dari Washington. Tekanan internasional sangat terbatas, dan hasilnya adalah para pemukim dapat melakukan apa pun yang mereka suka.”

Masyarakat Gaza telah dikecewakan oleh dunia Barat

Mansour Shouman, seorang jurnalis Palestina dari Gaza, mengatakan perang Israel yang menghukum di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki telah mengungkap kemunafikan Barat.

Sementara sekutunya Israel telah melakukan genosida selama hampir 18 bulan, Barat tidak melakukan apa pun untuk menghentikan pertumpahan darah warga sipil Palestina yang terus bertahan melalui kengerian yang menimpa mereka, katanya.

“Rakyat Gaza telah dikecewakan oleh dunia Barat. Saat ini, Gaza telah menunjukkan wajah sebenarnya dari mereka yang menguliahi kita selama beberapa dekade tentang hak asasi manusia dan demokrasi, kata,” Shouman kepada Al Jazeera.

“Orang Palestina tetap kuat dalam keyakinannya, mereka memiliki budaya yang kuat. Mereka sangat bergantung pada keluarga, pada orang yang lebih tua. Perempuan Palestina adalah tulang punggung masyarakat. Terlepas dari segala sesuatu yang dilemparkan pada orang-orang ini, mereka tetap teguh dan kuat karena iman dan norma sosial mereka.”(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved