Video
VIDEO - Iran Respons Ancaman Trump Bisa Hancurkan Pangkalan Pesawat 'Hantu Langit', AS Siaga
Iran disinyalir bisa meluncurkan serangan terlebih dahulu menyasar pangkalan besar Washington
SERAMBINEWS.COM - Diplomatik Iran dan Amerika Serikat (AS) kian kisruh, hingga Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman penyerangan.
Iran disinyalir bisa meluncurkan serangan terlebih dahulu menyasar pangkalan besar Washington di sudut terpencil Samudra Hindia.
Dikutip dari Tribunnews.com, pangkalan tersebut merupakan tempat sekitar sepertiga pesawat pengebom B-2 “Stealth” Amerika.
Pesawat-pesawat tersebut bernilai fantastis mencapai $2 miliar.
Kehadiran kendaraan militer di pangkalan militer AS-Inggris terjadi saat Presiden AS Donald Trump meningkatkan ancaman terhadap Iran.
Trump mendesak agar Teheran tak melanjutkan program nuklir.
Sementara saat ini, tujuh pesawat pengebom telah diterbangkan ke Diego Garcia.
Trump memastikan pengeboman besar-besaran akan terjadi jika Iran tak segera menghentikan program nuklirnya.
“Akan ada pengeboman. Itu akan menjadi pengeboman—yang belum pernah mereka lihat sebelumnya,” ucapnya dikutip dari The Telegraph India.
Diketahui, AS tercatat memiliki sekitar 20 pesawat pengebom B-2.
Pesawat tersebut dikenal sebagai “hantu langit” karena mereka dapat menerobos pertahanan udara paling canggih.
Oleh karena itu, untuk mencegah serangan terhadap Iran, komandan militer telah diminta untuk menargetkan pangkalan gabungan Inggris-AS.
Beberapa pemimpin Iran berpendapat bahkan serangan simbolis terhadap Diego Garcia akan menunjukkan bahwa Amerika tidak dapat menyerang mereka tanpa menanggung akibatnya.(*)
| VIDEO - Viral Dugaan Perselingkuhan, Pria Digerebek Istri Sah di Kamar Kos |
|
|---|
| VIDEO - Bupati Safaruddin Buka Pentas Seni dan Budaya HUT Ke-24 Kabupaten Abdya |
|
|---|
| VIDEO - Tak Berperikemanusiaan! “Rayap Besi” Hancurkan Makam Demi Untung di Medan |
|
|---|
| VIDEO - Langsa Geger! Video Siswi Bentak Guru di Dalam Kelas Viral, Publik Geram |
|
|---|
| VIDEO Komando AS Sebut Kapal Induk Ketiga AS Tiba di Timur Tengah Saat Gencatan |
|
|---|