Sabtu, 2 Mei 2026

Internasional

Perang Dagang Global Meningkat! Trump Ancam Naikkan Tarif 50 Persen ke China

Perang dagang global semakin memanas pada hari Senin (8/4/2025), seiring dengan ancaman yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Facebook The White House
TARIF DAGANG AS - Foto ini diambil pada Kamis (3/4/2025) dari Facebook The White House memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara selama konferensi pers setelah menandatangani kenaikan tarif dagang baru antara AS dan negara lain di dunia, di Gedung Putih di Washington, DC, AS pada Rabu (2/4/2025). Perang dagang global semakin memanas pada hari Senin (8/4/2025). 

SERAMBINEWS.COM-Perang dagang global semakin memanas pada hari Senin (8/4/2025), seiring dengan ancaman yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengatakan akan meningkatkan tarif impor terhadap China.

 Uni Eropa juga merespons dengan mengusulkan tarif balasan terhadap barang-barang dari AS.

Dilansir dari kantor berita Reuters (8/4/2025), keputusan ini menyebabkan kerugian di pasar keuangan global untuk hari ketiga berturut-turut, karena investor khawatir bahwa hambatan perdagangan yang tinggi antara negara-negara besar ini bisa menyebabkan resesi.

Trump mengatakan bahwa tarif yang diberlakukan, mulai dari 10 persen hingga 50 persen untuk semua impor, akan membantu AS untuk merebut kembali industri yang menurutnya telah melemah akibat kebijakan perdagangan yang longgar selama beberapa dekade.

"Ini adalah satu-satunya kesempatan bagi negara kita untuk menata ulang keadaan," ujar Trump dengan penuh keyakinan.

Menurutnya, tidak ada presiden lain yang akan melakukan apa yang ia lakukan.

Keputusan Trump untuk mengenakan tarif lebih tinggi terhadap China pun semakin memanaskan ketegangan.

 Ia mengancam untuk mengenakan tarif tambahan 50 persen  atas barang-barang impor dari China, jika negara tersebut tidak mencabut tarif 34 persen yang dikenakan pada produk-produk AS.

Ancaman ini muncul setelah China memberlakukan tarif 34 persen  terhadap barang-barang AS sebagai balasan atas kebijakan Trump.

Juru bicara Kedutaan Besar China, Liu Pengyu, menanggapi ancaman tersebut dengan tegas, menyebut tindakan Trump sebagai bentuk unilateralisme dan proteksionisme, serta mengingatkan bahwa China akan melindungi hak dan kepentingan sahnya.

Sementara itu, Uni Eropa juga tidak tinggal diam. Mereka mengusulkan tarif balasan sebesar 25 persen untuk beberapa barang AS, termasuk kacang kedelai, kacang-kacangan, dan sosis.

Baca juga: Trump Sebut Tarif sebagai Obat untuk Ekonomi, Pasar Asia Kini Terjun Bebas!

Beberapa barang lain, seperti bourbon, tidak dimasukkan dalam daftar tarif.

Komisi Eropa menyatakan siap untuk berdialog dengan AS dan berharap dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Namun, Uni Eropa juga menghadapi masalah tarif yang sudah diterapkan terhadap mobil dan logam, serta ancaman tarif 20 persen untuk produk-produk lainnya, termasuk minuman beralkohol dari Uni Eropa.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, bertemu dengan Trump di Florida untuk mendesaknya agar fokus pada kesepakatan perdagangan dengan mitra-mitra AS guna memberikan keyakinan kepada pasar bahwa strategi ini memiliki tujuan akhir yang jelas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved