Sabtu, 25 April 2026

Dua Tentara Tiongkok yang Bertempur Bantu Rusia Perangi Ukraina Ditangkap

Dia mengatakan Ukraina telah mendokumentasikan para tawanan perang itu, termasuk mengetahui rekening bank dan data pribadi.

Editor: Faisal Zamzami
X/Andrii_sybiha
TENTARA TIONGKOK - Foto yang diambil dari akun X Menteri Luar Negeri Ukraina memperlihatkan warga Tiongkok yang bertempur membela Rusia. 

SERAMBINEWS.COM - Korea Utara mengirim banyak tentara untuk membantu Rusia memerangi Ukraina.

Terungkap ternyata  tidak hanya tentara Korut yang turun ke medan perang, tapi ada tentara Tiongkok yang membantu Rusia melawan Ukraina.

Ukraina mengklaim telah menangkap dua tentara Rusia yang ternyata berkebangsaan Tiongkok.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menduga sebenarnya ada lebih banyak tentara asal Tiongkok yang melawan Ukraina.

“Kami punya informasi bahwa ada jauh lebih banyak dari dua warga Tiongkok di satuan penyerby,” ujar Zelensky hari Selasa, (8/4/2025), dikutip dari Kyiv Independent.

 
Dia mengatakan Ukraina telah mendokumentasikan para tawanan perang itu, termasuk mengetahui rekening bank dan data pribadi.

Zelensky mengatakan pasukan Ukraina terlibat bentrokan dengan enam tentara Tiongkok di Desa Tarasivka dan Bilohorivka di wilayah Oblast.

Baca juga: Ledakan Dahsyat saat Pangkalan Engels-2 Dibom Drone Ukraina, Rusia Kehilangan 100 Rudal Jelajah

Menurut dia, dua tentara Tiongkok yang ditahan itu kini ditahan oleh Dinas Keamanan Ukraina. Zelensky meminta Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha agar segera menghubungi pemerintah Tiongkok.

Sybiha mengatakan Ukraina sudah memanggil diplomat Tiongkok untuk meminta penjelasan tentang keterlibatan dua tentara Tiongkok.

“Warga Tiongkok yang bertempur sebagai bagian dari tentara Rusia yang menyerbu Ukraina memunculkan pertanyaan mengenai sikap perdamaian yang dinyatakan Tiongkok dan merusak kredibilitas Tiongkok sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang punya tanggung jawab,” kata Sybiha di media sosial X hari Senin.

 
Sementara itu, Zelensky mengklaim direkrutnya warga Tiongkok sebagai tentara pembantu Rusia telah memperlihatkan keinginan Rusia untuk terus menginvasi Ukraina.

“Kami butuh respons atas hal ini. Respons dari Amerika Serikat, Eropa, dan semua orang di dunia ini yang menginginkan perdamaian,” kata Zelensky.

Menurut Zelensky, Tiongkok bersama dengan Iran dan Korea Utara adalah negara yang mendukung invasi Rusia.

Meski demikian, dia menyebut ada perbedaan di antara tentara Tiongkok dan Korea Utara.

 Tentara Korea Utara melawan Ukraina di Kursk (wilayah Rusia), sedangkan tentara Tiongkok bertempur di wilayah Ukraina.

Sejak awal perang Ukraina-Rusia, Tiongkok menjadi rekan strategis Rusia.

Negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu menjadi pemasok peralatan yang bisa digunakan untuk keperluan persenjataan Rusia.

Baca juga: VIDEO - 800 Ribu Tentara Latihan Militer di Jerman, Eropa Antisipasi Konflik dengan Rusia

Belasan ribu tentara Korea Utara bantu Rusia

Sebelumnya, Ukraina mengklaim ada pengerahan lebih dari 12.000 tentara Korea Utara di Kursk pada musim dingin lalu.

Para tentara itu membantu Rusia memukul mundur masuknya pasukan Ukraina ke perbatasan.

Awalnya pasukan Ukraina merampas wilayah 1.300 km sebelum dipukul mundur karena serangan balik Rusia yang dibantu satuan Korea Utara.

Kota Sudzha menjadi salah satu wilayah yang direbut kembali.

Zelensky mengklaim sudah ada sekitar 4.000 tentara Korea Utara yang tewas di medan tempur.

Sementara itu, Associated Press melaporkan Korea Utara dilaporkan telah mengirimkan 3.000 tentara tambahan ke Rusia pada bulan Januari dan Februari kemarin.

Baca juga: Hari Ini, Mabes Polri Sertijab Wakapolda Aceh

Baca juga: Post-Holiday Blues: Keseimbangan Antara Liburan dan Rutinitas

Baca juga: Post-Holiday Blues: Keseimbangan Antara Liburan dan Rutinitas

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved