Kamis, 9 April 2026

Timur Tengah

Tentara Iran Siaga Penuh Selama Perundingan Nuklir dengan AS

Iran menolak tuntutan AS agar negara tersebut berunding langsung mengenai program nuklirnya atau dibom, memperingatkan negara-negara tetangga yang men

Editor: Ansari Hasyim
Istimewa
NUKLIR IRAN - Donald Trump dan Ayatollah Ali Khamenei. 

SERAMBINEWS.COM - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah menempatkan militer Iran dalam siaga penuh di tengah tuntutan AS agar Republik Islam tersebut berunding mengenai kesepakatan nuklir, penyiar milik negara Saudi Al Arabiya melaporkan pada Minggu.

Sementara Republik Islam tersebut telah menolak tuntutan Presiden AS Donald Trump untuk perundingan langsung, negara tersebut ingin melanjutkan perundingan tidak langsung melalui Oman, kata seorang pejabat, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim.

Iran menolak tuntutan AS agar negara tersebut berunding langsung mengenai program nuklirnya atau dibom, memperingatkan negara-negara tetangga yang menjadi tuan rumah pangkalan AS bahwa mereka dapat menjadi sasaran jika terlibat, kata seorang pejabat senior Iran.

"Perundingan tidak langsung menawarkan kesempatan untuk mengevaluasi keseriusan Washington tentang solusi politik dengan Iran," kata pejabat tersebut.

 Araghchi: Pembicaraan langsung dengan AS tidak ada artinya

Pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembicaraan langsung dengan AS tidak akan ada artinya.

“Negosiasi langsung dengan pihak yang terus-menerus mengancam penggunaan kekuatan, yang melanggar Piagam PBB, dan mengambil posisi yang bertentangan tidak ada artinya,” kata Araghchi seperti dikutip oleh Al-Ain Media yang berbasis di UEA.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved