Sabtu, 2 Mei 2026

Timur Tengah

Komandan Tentara Israel Frustasi Hadapi Drone Bunuh Diri Hizbullah di Lebanon

Para komandan lapangan dilaporkan frustrasi karena pasukan mereka memasuki perang tanpa perlengkapan memadai untuk menghadapi

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Hizbullah military
Pasukan Israel dan tank Merkava terlihat melalui lensa drone FPV sebelum diserang dalam operasi Hizbullah di al-Taybeh, Lebanon selatan, 26 April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Para komandan lapangan dilaporkan frustrasi karena pasukan mereka memasuki perang tanpa perlengkapan memadai untuk menghadapi ancaman drone bunuh diri milik Hizbullah, demikian diungkap media lokal, Selasa.
  • “Kami memasuki perang di Lebanon tanpa alat yang cukup untuk menghadapi ancaman drone,” kata Radio Tentara, mengutip pernyataan seorang pejabat militer senior Israel yang enggan disebutkan namanya.

 

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di medan tempur Lebanon kian terasa di tubuh militer Israel.

Para komandan lapangan dilaporkan frustrasi karena pasukan mereka memasuki perang tanpa perlengkapan memadai untuk menghadapi ancaman drone bunuh diri milik Hizbullah, demikian diungkap media lokal, Selasa.

“Kami memasuki perang di Lebanon tanpa alat yang cukup untuk menghadapi ancaman drone,” kata Radio Tentara, mengutip pernyataan seorang pejabat militer senior Israel yang enggan disebutkan namanya.

Pernyataan itu mencerminkan kegelisahan di jajaran komando, menyusul kegagalan berulang menahan proyektil udara tak berawak yang kini menjadi senjata andalan Hizbullah.

Ancaman drone peledak disebut telah menciptakan tantangan serius bagi pasukan Israel yang beroperasi di Lebanon selatan.

Serangan demi serangan terjadi hampir setiap hari, memaksa tentara berhadapan dengan risiko tinggi di garis depan.

Baca juga: Begini Nasib Gaza di Tengah Gencatan Senjata Iran dan Lebanon

Situasi tersebut memuncak ketika dua tentara Israel dilaporkan terluka akibat ledakan drone di Lebanon selatan.

Militer Israel mengonfirmasi insiden itu terjadi pada hari Senin saat operasi berlangsung.

Seorang prajurit mengalami luka parah, sementara rekannya menderita luka ringan akibat dampak ledakan drone selama aktivitas operasional.

“Keduanya segera dievakuasi ke rumah sakit dan keluarga telah diberi tahu,” demikian pernyataan militer.

Di tengah situasi yang memanas, Israel tetap melancarkan serangan ke wilayah selatan Lebanon, meski gencatan senjata diberlakukan.

Kantor Berita Nasional melaporkan bahwa pada Selasa pagi, pesawat tempur Israel melakukan serangkaian serangan udara dan tembakan darat, sementara drone terlihat terbang di atas ibu kota.

Serangan udara dilaporkan menghantam kota Zawtar al-Sharqiya di distrik Nabatieh sebanyak tiga kali, dimulai sekitar pukul 06.00 waktu setempat (03.00 GMT).

Sementara itu, di kota Bint Jbeil, pasukan Israel dilaporkan menembakkan senapan mesin berat ke arah kawasan Mihniyeh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved