Berita Aceh Barat Daya
Abdya Tuan Rumah GTTG XXVI Se Provinsi Aceh, Begini Kata Bupati
"Acara ini sekaligus bentuk dukungan kita atas HUT ke-23 Kabupaten Abdya. Peserta rakor hari ini yang hadir 17 kabupaten.
Tapi paling tidak, Kabupaten Breuh Sigupai ini terus menggelorakan semangat Arah Baru Abdya Maju dengan potensi yang di miliki, baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.
“Kami menyampaikan ahlan wa sahlan, selamat datang di Kabupaten Breuh Sigupai.
Mudahan-mudahan bapak, ibu nantinya akan menemukan Breuh Sigupai di daerah kami ini, dan juga masih banyak produk-produk lainnya dari pelaku UMKM yang nanti di kegiatan GTTG ini juga akan ada expo UMKM Kabupaten Abdya, banyak cendera mata yang bisa di bawa pulang ke daerah masing-masing,” ujar Safaruddin.
Ia mengatakan, masa kepemimpinannya bersama Wabup Zaman Akli masih berusia dua bulan, namun, semangat untuk menuju era digitalisasi dan inovasi teknologi terbarukan sangat tinggi.
Ini merupakan sebuah gagasan yang tidak bisa elakkan bahwa era teknologi hari ini harus dikembangkan seiring dengan proses perkembangan zaman.
“Bahwa digitalisasi dan teknologi informasi itu berdampingan dan tidak melupakan kultur kebudayaan, kearifan lokal dan kekhususan yang di miliki oleh Provinsi Aceh sebagai daerah yang bersyariat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006,” jelas Safaruddin.
Menurutnya, inovasi teknologi yang sedang dilakukan dalam kegiatan GTTG ini bukan soal kecanggihan alat, bukan juga teknologi yang meninggalkan nilai kultur kebudayaan dan kearifan lokal yang di miliki.
Tapi, sambung Safaruddin, bagaimana mendorong para inovator-inovator teknologi yang mengembangkan kemampuan dengan pendekatan digitalisasi dan teknologi ini bisa berdampingan dengan tidak melupakan nilai kearifan dan kekhususan itu sendiri.
“Kita mengakui bahwa semangat dari inovasi ini akan menjadi sebuah kebaikan baru, tapi juga tidak meninggalkan nilai kekhususan Aceh itu sendiri.
Mudah-mudahan Rakor GTTG XXVI 2025 yang diselenggarakan di Abdya merupakan wadah bukan hanya menyalurkan inovasi para inovator-inovator baru dalam pengembangan kemajuan desa masing-masing, tapi juga bisa bentuk bersinergi, berkolaborasi, dan bertukar pandangan mana kebaikan-kebaikan yang bisa ditampilkan untuk kebaikan kolaborasi ditingkat provinsi,” tuturnya.
Safaruddin berharap, inovasi teknologi tepat guna yang dilahirkan dari kabupaten/kota se Aceh ini bisa menjadi inovasi ditingkat nasional dan tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh.
“Aceh memiliki Undang-Undang desentralisasi simetris yang berbeda dengan provinsi-provinsi lainnya.
Kita punya kekhususan,nilai-nilai yang berbeda karena desentralisasi otonomi secara nasional,” imbuhnya.
Jadi, tambah Safaruddin, undang-undang khusus ini kalau tidak manfaatkan, maka menjadi kerugian besar bagi Provinsi Aceh, karena Aceh memiliki kelonggaran-kelonggaran regulasi dengan pembuatan qanun-qanun yang bisa memberikan penguatan dari regulasi yang dihadirkan untuk pemberdayaan, penguatan ditingkat desa, dan juga inovasi para inovator-inovator sesuai dengan kearifan dan kekhususan yang di miliki Provinsi Aceh.
“Sebagai Pemerintah Abdya saya mengajak semuanya agar nantinya bisa bersinergi dan berkolaborasi tanpa menanggalkan dan meninggalkan semangat desentralisasi simetris yang kita miliki.
| YARA Minta Anggota DPRK Abdya Sisihkan Pokir Bangun Rumah Duafa |
|
|---|
| Hasil Muscab PKB Abdya Tetapkan Lima Bakal Calon Ketua, Ini Nama-namanya |
|
|---|
| Peringati HKN, Lapas Blangpidie Deklarasikan Komitmen Zero Handphone dan Narkoba |
|
|---|
| HRD Dijamu Safaruddin di Pendopo Bupati Abdya, Bahas Berbagai Program Pembangunan Aceh Barat Daya |
|
|---|
| Ketua DPRK Abdya Ikuti Retreat di Magelang, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rapat-TTG-di-ABdya.jpg)