Berita Aceh Barat Daya
Abdya Tuan Rumah GTTG XXVI Se Provinsi Aceh, Begini Kata Bupati
"Acara ini sekaligus bentuk dukungan kita atas HUT ke-23 Kabupaten Abdya. Peserta rakor hari ini yang hadir 17 kabupaten.
"Acara ini sekaligus bentuk dukungan kita atas HUT ke-23 Kabupaten Abdya. Peserta rakor hari ini yang hadir 17 kabupaten.
Laporan Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menjadi tuan rumah pelaksanaan Gelar Teknologi Tepat Guna (GTTG) XXVI se Provinsi Aceh yang akan dilaksanakan pada 28 Mei 2025 mendatang.
Hal itu disampaikan Kabid PKSDA pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Provinsi Aceh Drs Wardana MSi dalam Rapat Koordinasi GTTG XXVI Provinsi Aceh tahun 2025, yang berlangsung di Aula Dikila Kantor Bappeda Abdya, Rabu (16/4/2025).
Rakor itu turut dihadiri, Bupati Abdya Safaruddin bersama Waki Bupati Zaman Akli, Ketua DPRK Roni Guswandi, dan perwakilan 16 kabupaten/kota di Aceh yang juga turut bersama-sama membahas mengenai kesiapan pelaksanaan GTTG tersebut.
Dalam Rakor itu Wardana mengatakan, GTTG yang akan berlangsung di Abdya, temanya disesuaikan dengan motto tuan rumah.
"Acara ini sekaligus bentuk dukungan kita atas HUT ke-23 Kabupaten Abdya. Peserta rakor hari ini yang hadir 17 kabupaten.
Sementara yang belum mengikuti nantinya akan kita susul kembali untuk ikut mendukung bersama-sama menuju Arah Baru Abdya Maju," kata Wardana dalam laporannya.
Menurut Wardana, pihaknya jauh-jauh hari ingin melihat kesiapan tempat dan lokasi GTTG termasuk penginapan dan kesiapan tuan rumah bagi peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Karena per kabupaten akan membawa anggota hingga puluhan orang nantinya.
Di samping itu, hari ini kita juga melakukan pengambilan nomor untuk stand yang akan didirikan di lokasi GTTG,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Abdya Dr Safaruddin SSos, MSP mengatakan, atas nama pemerintah tentu semangat untuk mensukseskan kegiatan GTTG mulai dari rakor hingga suksesnya acara tentu menjadi sebuah kehormatan dan tanggung jawab.
“Kami merasa tersanjung dan memberikan apresiasi bahwa Abdya punya nilai semangat di usia 23 tahun setelah mekar dari Kabupaten induk Aceh Selatan.
Hari ini kami dipercayakan sebagai tuan rumah pelaksanaan GTTG XXVI Tahun 2025 se Provinsi Aceh,” kata Safaruddin.
Di usia muda ini, sebut Safaruddin, Abdya belum memiliki infrastruktur yang megah untuk bisa ditawarkan keindahan dan keelokannya.
Tapi paling tidak, Kabupaten Breuh Sigupai ini terus menggelorakan semangat Arah Baru Abdya Maju dengan potensi yang di miliki, baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.
“Kami menyampaikan ahlan wa sahlan, selamat datang di Kabupaten Breuh Sigupai.
Mudahan-mudahan bapak, ibu nantinya akan menemukan Breuh Sigupai di daerah kami ini, dan juga masih banyak produk-produk lainnya dari pelaku UMKM yang nanti di kegiatan GTTG ini juga akan ada expo UMKM Kabupaten Abdya, banyak cendera mata yang bisa di bawa pulang ke daerah masing-masing,” ujar Safaruddin.
Ia mengatakan, masa kepemimpinannya bersama Wabup Zaman Akli masih berusia dua bulan, namun, semangat untuk menuju era digitalisasi dan inovasi teknologi terbarukan sangat tinggi.
Ini merupakan sebuah gagasan yang tidak bisa elakkan bahwa era teknologi hari ini harus dikembangkan seiring dengan proses perkembangan zaman.
“Bahwa digitalisasi dan teknologi informasi itu berdampingan dan tidak melupakan kultur kebudayaan, kearifan lokal dan kekhususan yang di miliki oleh Provinsi Aceh sebagai daerah yang bersyariat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006,” jelas Safaruddin.
Menurutnya, inovasi teknologi yang sedang dilakukan dalam kegiatan GTTG ini bukan soal kecanggihan alat, bukan juga teknologi yang meninggalkan nilai kultur kebudayaan dan kearifan lokal yang di miliki.
Tapi, sambung Safaruddin, bagaimana mendorong para inovator-inovator teknologi yang mengembangkan kemampuan dengan pendekatan digitalisasi dan teknologi ini bisa berdampingan dengan tidak melupakan nilai kearifan dan kekhususan itu sendiri.
“Kita mengakui bahwa semangat dari inovasi ini akan menjadi sebuah kebaikan baru, tapi juga tidak meninggalkan nilai kekhususan Aceh itu sendiri.
Mudah-mudahan Rakor GTTG XXVI 2025 yang diselenggarakan di Abdya merupakan wadah bukan hanya menyalurkan inovasi para inovator-inovator baru dalam pengembangan kemajuan desa masing-masing, tapi juga bisa bentuk bersinergi, berkolaborasi, dan bertukar pandangan mana kebaikan-kebaikan yang bisa ditampilkan untuk kebaikan kolaborasi ditingkat provinsi,” tuturnya.
Safaruddin berharap, inovasi teknologi tepat guna yang dilahirkan dari kabupaten/kota se Aceh ini bisa menjadi inovasi ditingkat nasional dan tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh.
“Aceh memiliki Undang-Undang desentralisasi simetris yang berbeda dengan provinsi-provinsi lainnya.
Kita punya kekhususan,nilai-nilai yang berbeda karena desentralisasi otonomi secara nasional,” imbuhnya.
Jadi, tambah Safaruddin, undang-undang khusus ini kalau tidak manfaatkan, maka menjadi kerugian besar bagi Provinsi Aceh, karena Aceh memiliki kelonggaran-kelonggaran regulasi dengan pembuatan qanun-qanun yang bisa memberikan penguatan dari regulasi yang dihadirkan untuk pemberdayaan, penguatan ditingkat desa, dan juga inovasi para inovator-inovator sesuai dengan kearifan dan kekhususan yang di miliki Provinsi Aceh.
“Sebagai Pemerintah Abdya saya mengajak semuanya agar nantinya bisa bersinergi dan berkolaborasi tanpa menanggalkan dan meninggalkan semangat desentralisasi simetris yang kita miliki.
Kadang kita mengakui bahwa kita punya nilai khusus, tapi kekhususan dan nilai-nilai kearifan lokal yang kita miliki itu tidak pernah menjadi kekayaan dan kebanggaan bagi kita semua,” kata Safaruddin.
Dalam pelaksanaan GTTG XXVI Tahun 2025, ucap Safaruddin, nanti pihaknya juga akan merayakan HUT ke-23 Kabupaten Abdya.
Para tamu dari kabupaten/kota bisa melihat langsung apa saja potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Abdya.
“Mungkin Abdya masih tertinggal dari kabupaten bapak, ibu sekalian , tapi kami yakin lima tahun yang akan datang, Insya Allah kami bisa ikut serta berdampingan atau didepan atau juga setara dengan apa yang menjadi kemajuan dan perkembangan di kabupaten/kota se Aceh,” ujarnya.
Safaruddin mengakui bahwa Abdya masih banyak ketertinggalan, namun semangat masyarakatnya yang inklusif akan menerima tamu-tamu degan humanis, dan semangat kekeluargaan yang cukup baik.
“Rasa Peumulia Jame kami, Insya Allah sangat baik. Hari ini kami tunjukkan bahwa bapak, ibu yang hadir kesini disambut langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, dan lengkap dengan Ketua DPRK sebagai representasi masyarakat Abdya,” pungkas Safaruddin. (*)
| Pemerintah Gelar Pasar Murah HUT Ke-24 Abdya, Ini Lokasinya |
|
|---|
| HRD Tinjau Infrastruktur Simeulue, Dorong Anggaran Perbaikan Jalan dan Jembatan |
|
|---|
| Pemerintah Abdya Bakar Lemang 15 Ribu Batang di HUT Ke-24 Bumoe Breuh Sigupai |
|
|---|
| Polres Abdya Ingatkan Masyarakat Tentang Bahaya Karhutla, Pelaku Bisa di Denda dan di Pidana |
|
|---|
| Tara Farihal Pimpin Kohati Cabang Blangpidie Kabupaten Abdya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rapat-TTG-di-ABdya.jpg)