Berita Aceh Utara
Pemkab Aceh Utara Siapkan Lahan 35 Hektare Lebih untuk Sekolah Rakyat, Proposal Sudah ke Kemensos
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 351.723 meter persegi di Desa Meunye Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, untuk mendukung
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 351.723 meter persegi di Desa Meunye Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, untuk mendukung pembangunan sekolah inklusif tersebut.
Laporan Jafaruddin | Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Pemkab Aceh Utara resmi mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat kepada Kementerian Sosial RI.
Hal ini sebagai langkah nyata mendukung akses pendidikan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan demikian bisa menekan angka putus sekolah di Aceh Utara.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 351.723 meter persegi di Desa Meunye Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, untuk mendukung pembangunan sekolah inklusif tersebut.
Lahan seluas 351.723 meter persegi jika dikonversikan ke hektare menjadi 35 hektare lebih.
“Ini bukan sekadar komitmen administratif, tapi bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda Aceh Utara,” ujar Sekretaris Daerah Aceh Utara, Dr A Murtala, MSi, dalam keterangannya usai kegiatan klarifikasi program di Jakarta, Jumat (18/4/2025).
Dalam proposal resmi yang dikirim ke Kementerian Sosial pada 21 Maret 2025, Pemkab Aceh Utara melampirkan dokumen lengkap, termasuk sertifikat lahan, peta lokasi, dan surat dukungan Bupati.
Baca juga: Kerbau Peliharaannya Mati, Lansia di Aceh Barat Ini Menangis Hingga Viral, Bupati Datang Membantu
Tujuannya jelas, menciptakan akses pendidikan formal, pendidikan karakter, dan pelatihan vokasional bagi anak-anak dari keluarga rentan.
“Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 menjadi dasar hukum yang kuat bagi daerah untuk ikut ambil bagian. Sekolah Rakyat adalah bagian penting dari strategi nasional mengentaskan kemiskinan ekstrem,” tegas Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Aceh Utara, Iskandar MSi,
Pemkab Aceh Utara juga aktif mengikuti agenda verifikasi dan sinkronisasi yang digelar oleh Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah seluruh Indonesia.
Di hadapan tim verifikasi pusat, delegasi Aceh Utara mempresentasikan kesiapan lahan dan teknis pembangunan.
Sekolah Rakyat digagas untuk menjawab persoalan akses pendidikan di komunitas marginal, dengan pendekatan yang menekankan keberkahan, kesetaraan, dan kemandirian melalui pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Jika sekolah ini berhasil dibangun, maka tidak ada alasan lagi bagi anak-anak kita untuk berhenti sekolah karena alasan ekonomi,” tutur Dr Murtala. (*)
Baca juga: Luna Maya & Maxime Bouutier Dikabarkan Segera Menikah, Ternyata Nagita Slavina Jadi Mak Comblang
Hakim PN Lhoksukon Tetapkan Jadwal Sidang Kasus Senjata Api, Tiga Masih DPO |
![]() |
---|
Dua Calon Keuchik di Aceh Utara Adu Visi-Misi di Depan Panelis Akademisi dan Praktisi Pemilu |
![]() |
---|
Karang Taruna Aceh Utara Latih Remaja dan Pemuda Putus Sekolah Operasikan Komputer |
![]() |
---|
Polisi Terus Kawal Pembagian Makan Gratis pada Siswa di Aceh Utara |
![]() |
---|
Anggota DPRK Aceh Utara Dirawat di Ruang ICU RSU Cut Meutia Setelah Tabrakan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.