Jumat, 24 April 2026

News

BREAKING NEWS: Paus Fransiskus Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun

"Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita Fransiskus," kata Kardinal Kevin Farrell dala

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Via Tribunnews.com
PAUS FRANSISKUS - Paus Fransiskus, pemimpin pertama Gereja Katolik Roma yang berasal dari Amerika Latin, telah meninggal dunia (21/4/2025) 

SERAMBINEWS.COM- Paus Fransiskus, pemimpin pertama Gereja Katolik Roma yang berasal dari Amerika Latin, telah meninggal dunia.

Dilansir dari kantor berita Reuters (21/4/2025), kabar duka ini disampaikan oleh Vatikan melalui sebuah pernyataan video pada hari Senin (21/4/2025). 

Kepergian Paus Fransiskus mengakhiri masa kepemimpinannya yang penuh gejolak, di mana ia berusaha membawa perubahan besar dalam tubuh Gereja Katolik yang sudah berusia dua ribu tahun.

"Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita Fransiskus," kata Kardinal Kevin Farrell dalam siaran langsung di saluran televisi Vatikan.

“Pukul 7.35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa,” lanjutnya.

Paus Fransiskus meninggal pada usia 88 tahun, hanya beberapa minggu setelah pulih dari serangan pneumonia ganda yang cukup parah.

Lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Argentina, Fransiskus terpilih sebagai paus pada 13 Maret 2013.

 Banyak orang terkejut dengan pemilihannya, karena saat itu ia dianggap sebagai sosok luar dalam hierarki Vatikan.

Namun, reputasinya sebagai pribadi sederhana yang peduli pada kaum miskin membuatnya cepat dikenal dan dihormati.

Sejak awal masa jabatannya, Fransiskus menolak untuk tinggal di apartemen mewah kepausan di Istana Apostolik.

 Ia memilih untuk hidup lebih sederhana di rumah tamu Vatikan, Santa Marta.

 "Saya butuh ini untuk kesehatan psikologis saya," katanya suatu kali, menegaskan komitmennya untuk tetap dekat dengan rakyat biasa.

Ketika terpilih, Fransiskus mewarisi Gereja yang sedang dilanda krisis besar, terutama akibat skandal pelecehan seksual anak yang mencoreng reputasi Gereja di seluruh dunia. Selain itu, birokrasi internal Vatikan juga penuh ketegangan.

Ia ditugaskan untuk membawa reformasi dan mengembalikan kepercayaan umat.

Namun jalan yang ia tempuh tidak mudah. Di satu sisi, Fransiskus banyak dikritik oleh kalangan konservatif karena dianggap terlalu progresif dan mengubah tradisi Gereja yang sudah lama dijaga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved