Breaking News
Sabtu, 25 April 2026

Perang Gaza

Pasukan Penjajah Israel Hancurkan RumahTujuh Lantai di Hebron dan Ramallah

Aktivis dan koordinator media Mohammad Awad menyatakan bahwa bangunan yang dihancurkan, yang masih dalam tahap pembangunan, memiliki tujuh lantai

|
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Anadolu Agency
Pasukan Israel menghancurkan sebuah bangunan milik warga Palestina yang diduga “tidak sah” di kota Beit Emir selama penggerebekan di Hebron, Tepi Barat pada 21 April 2025. 

SERAMBINEWS.COM - Pasukan pendudukan Israel, pada Senin pagi, menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal di kota Beit Ummar, sebelah utara Hebron, beserta dua rumah di kota Ni'lin, sebelah barat Ramallah. 

Penghancuran tersebut merupakan bagian dari eskalasi berkelanjutan dalam penghancuran properti Palestina di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Menurut sumber-sumber lokal, satuan militer Israel menyerbu Beit Ummar dan mulai merobohkan sebuah bangunan perumahan bertingkat dengan dalih tidak memiliki izin pembangunan. 

Alasan ini sering digunakan oleh otoritas Israel untuk merobohkan rumah-rumah warga Palestina, meskipun ada pembatasan ketat terhadap perolehan izin di area yang diklasifikasikan sebagai “C”.

Aktivis dan koordinator media Mohammad Awad menyatakan bahwa bangunan yang dihancurkan, yang masih dalam tahap pembangunan, memiliki tujuh lantai, masing-masing berukuran 210 meter persegi. 

Properti tersebut milik keluarga Mohammad Issa Hussein Alqam dan terletak di daerah Wadi al-Wahadin, selatan Beit Ummar, tepat di seberang pemukiman Israel Karmei Tzur, yang dibangun di atas tanah Palestina.

Awad menambahkan bahwa otoritas Israel telah mengeluarkan perintah pembongkaran untuk bangunan tersebut dua bulan lalu dan memberi pemilik batas waktu 60 hari. 

Namun, pembongkaran dilakukan sebelum batas waktu tersebut berlalu. Ia juga mencatat bahwa sepuluh rumah lainnya di daerah yang sama berisiko dibongkar dengan alasan yang sama, dekat  Karmei Tzur .

Dalam insiden terpisah di kota Ni'lin, pasukan Israel, disertai buldoser militer, menghancurkan dua rumah milik anggota keluarga Surour, menggusur empat rumah tangga tanpa menawarkan perumahan atau dukungan alternatif.

Kegiatan pembongkaran ini merupakan bagian dari kebijakan sistematis yang menargetkan keberadaan warga Palestina di Tepi Barat. 

Menurut data yang dirilis oleh Pusat Informasi Palestina ( Mo3ta) , pasukan Israel telah melakukan lebih dari 5.939 pembongkaran dan tindakan penghancuran terhadap rumah dan bangunan warga Palestina di Tepi Barat sejak 7 Oktober 2023. 

Hal ini merupakan eskalasi yang signifikan, yang menggarisbawahi skala agresi yang sedang berlangsung terhadap tanah dan penduduk.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved