Rabu, 15 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Terkapar! Trump Bikin Pasar Goyang dengan Manuver Mengejutkan

 Sementara itu, harga emas berjangka AS turun lebih tajam, yakni 1,5 persen, menjadi 3.366,80 dolar AS per ons.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Foto hasil AI ChatGPT
HARGA EMAS - Harga emas turun pada hari Rabu (23/4/2025), setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menarik kembali ancamannya untuk memecat Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. 

Harga Emas Terkapar! Trump Bikin Pasar Goyang dengan Manuver Mengejutkan

SERAMBINEWS.COM-Harga emas turun pada hari Rabu (23/4/2025), setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menarik kembali ancamannya untuk memecat Ketua Federal Reserve, Jerome Powell.

 Ia juga menunjukkan optimisme terhadap kesepakatan dagang dengan China.

Langkah ini membuat investor merasa lebih tenang dan menurunkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang biasanya dibeli saat kondisi ekonomi tidak menentu.

Harga Emas Menurun

Dilansir dari kantor berita Reuters (23/4/2025), harga emas spot turun sebesar 0,7 persen menjadi 3.357,11 dolar AS per ons pada pukul 02.56 waktu GMT.

 Sementara itu, harga emas berjangka AS turun lebih tajam, yakni 1,5 persen, menjadi 3.366,80 dolar AS per ons.

Analis pasar senior Asia Pasifik dari OANDA, Kelvin Wong, menjelaskan bahwa aksi jual emas terjadi karena kombinasi dari dua faktor utama: harapan atas kesepakatan dagang dan keputusan Trump soal Powell. Ia mengatakan,

“Petunjuk adanya negosiasi AS-Tiongkok dan Trump yang menarik kembali ancamannya untuk menyingkirkan Powell menyebabkan aksi jual harga emas mencapai semacam level jenuh jual yang sangat ekstrem dalam perspektif jangka pendek di sini.”

Baca juga: Akses Tol Padang Tiji – Seulimeum Ditutup Sementara Mulai 24 April 2025, Ini Penjelasan Dishub Aceh


Penguatan Dolar dan Pasar Saham

Keputusan Trump tersebut juga berdampak pada pasar keuangan secara keseluruhan. Saham-saham di AS menguat, dan dolar AS juga mengalami kenaikan. Hal ini karena investor merasa lebih percaya diri terhadap stabilitas ekonomi ke depan.

 Namun, penguatan dolar membuat emas jadi lebih mahal untuk pembeli dari luar negeri, yang pada akhirnya menekan harga emas.

Optimisme Dagang dari Trump

Trump menyampaikan bahwa ia optimis akan tercapai kesepakatan dengan China yang bisa menurunkan tarif secara besar-besaran.

“Saya pikir kita bisa mencapai kesepakatan yang secara substansial akan mengurangi tarif atas barang-barang Tiongkok,” kata Trump.

Meskipun saat ini harga emas sedang mengalami tekanan, analis OANDA, Kelvin Wong, menambahkan bahwa potensi untuk kenaikan harga emas belum sepenuhnya hilang.

“Belum ada bentuk kelelahan bullish dari level obligasi atas sehingga masih ada potensi pergerakan ke atas untuk emas,” ujarnya.


Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, berkomentar bahwa masih terlalu awal untuk menilai apakah suku bunga perlu diubah atau tidak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved