Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Berita Aceh Besar

Syech Muharram Dikukuhkan Sebagai Ketua Forsiar Periode 2025–2030

“Forum ini menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat Aceh Rayeuk, sebagai tempat menyatukan langkah, gagasan, dan semangat membangun tiga daerah...

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
For serambinews.com
Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris (Syech Muharram), resmi dikukuhkan sebagai Ketua Harian Forsiar. Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Dewan Penasehat Forsiar, Drs H A Malik Raden MM. 

“Forum ini menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat Aceh Rayeuk, sebagai tempat menyatukan langkah, gagasan, dan semangat membangun tiga daerah utama di ujung barat Indonesia,” kata Syech Muharram.

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris (Syech Muharram), resmi dikukuhkan sebagai Ketua Harian Forsiar.

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Dewan Penasehat Forsiar, Drs H A Malik Raden MM.

Pengukuhan itu dilakukan di acara Halal Bihalal, Peusijuek tokoh dan pejabat, serta pengukuhan pengurus Forsiar periode 2025–2030, di Gedung AAC Dayan Dawood USK, Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (26/4/2025).

Dimana para tokoh penting dari tiga daerah utama di Aceh Rayeuk, yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang, berkumpul dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting yang mempertemukan para kepala daerah, anggota DPR RI, DPD RI, dan DPRA dari Dapil 1, dalam semangat mempererat silaturahmi dan membangun sinergi untuk kemajuan kawasan Aceh Rayeuk.

“Forum ini menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat Aceh Rayeuk, sebagai tempat menyatukan langkah, gagasan, dan semangat membangun tiga daerah utama di ujung barat Indonesia,” kata Syech Muharram.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Forsiar bukan hanya simbolik, tapi menjadi gerakan strategis untuk memperkuat identitas dan kemandirian masyarakat Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.

“Kita tidak boleh tercerai-berai. Lihat bagaimana zona lain di Aceh saling mendukung dan solid. Zona Aceh Rayeuk juga harus kompak, agar kita tidak tersisih di tanah sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, bahwa kepemimpinan harus menjadi sarana untuk membesarkan daerah sendiri, bukan sekadar ambisi pribadi.

“Bek hudep lagee siben lam uteun, bak dilewat mentemeung boh kayee, dan malah hanya dipajoh keudroe sagai,” ucapnya, mengutip peribahasa Aceh.

Syech Muharram turut mengapresiasi Dr Muhammad Khadafi, tokoh muda asal Aceh Besar yang sukses menjadi anggota DPR RI dari Lampung.

Ia menyebut keberhasilan Khadafi sebagai inspirasi nyata bahwa putra-putri Aceh mampu bersaing secara nasional.

Sementara itu, tokoh motivator nasional, H Ari Ginandar, turut hadir dan memberikan motivasi serta pesan kebangkitan Islam dari tanah Aceh. Ia bahkan menyanyikan lagu Bungong Jeumpa sebagai bentuk kecintaannya kepada Aceh.

“Jangan anggap saya orang luar. Saya datang ke Aceh sejak tsunami, saya menangis dan tertawa bersama rakyat Aceh. Bahkan anak saya menikah dengan putra Aceh,” ungkapnya.

Ari Ginandar juga menyampaikan bahwa Aceh memiliki sejarah dan potensi menjadi pusat kebangkitan Islam di dunia.

“Dari sinilah cahaya Islam akan bersinar kembali. Ini tanah yang pernah mengalami penyembelihan seperti Nabi Ibrahim terhadap Ismail. Di sinilah cahaya tauhid akan bangkit,” ujarnya.

Ia mengaitkan kode telepon Aceh, 0651, sebagai simbol tauhid yang tertanam dalam identitas Aceh.

Ia bahkan menyatakan keinginan untuk membangun menara masjid tertinggi kedua di dunia di Aceh sebagai simbol kebangkitan Islam dari Serambi Mekkah.

Selain itu, Ketua Dewan Penasehat Forsiar, Drs H A Malik Raden MM, menyampaikan bahwa meskipun berat menjadi penasehat dari forum yang diisi oleh para kepala daerah dan anggota dewan, ia tetap memberikan dukungan penuh.

“Saya percaya seluruh pengurus Forsiar dapat melaksanakan tugas dengan baik. Silaturahmi adalah kunci kekuatan kita. Semoga forum ini membawa berkah dan kemajuan untuk Aceh Rayeuk,” pungkasnya.(*)

Baca juga: Pegiat Sosial Aceh Dukung Wacana Pemekaran 6 Kabupaten menjadi Daerah Otonom Baru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved