News
Israel Bombardir Beirut Lagi! Presiden Aoun Minta Dunia Tindak Tegas!
"Kami adalah perlawanan terhadap Israel dan kami akan terus mempertahankan negara ini," kata juru bicara Hizbullah dalam sebuah pernyataan.
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM-Israel kembali melanggar gencatan senjata yang tercapai pada November 2024, dengan melakukan serangan udara terhadap pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon, pada Minggu (27/4/2025).
Dilansir dari kantor berita Al-Jazeera (28/4/2025), serangan ini, yang terjadi setelah Israel mengeluarkan peringatan evakuasi, menjadi yang ketiga kalinya Israel menyerang Beirut sejak gencatan senjata tersebut diberlakukan.
Setelah serangan tersebut, asap tebal terlihat mengepul dari area yang diserang, namun hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
Meskipun demikian, kerusakan yang ditimbulkan cukup besar.
Menurut laporan dari Al Jazeera, bangunan-bangunan di sekitar area yang diserang mengalami kerusakan serius, dengan jendela-jendela pecah dan kaca berserakan di jalan.
Beberapa mobil juga rusak akibat dampak ledakan.
Presiden Lebanon, Michel Aoun, mengecam serangan udara ini dan mengutuk tindakan Israel yang dianggapnya merusak stabilitas di Lebanon dan meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.
Aoun menilai serangan ini akan membawa “bahaya nyata bagi keamanan” wilayah Timur Tengah.
Ia juga meminta negara-negara besar, terutama Prancis dan Amerika Serikat, untuk menekan Israel agar menghentikan serangannya.
Prancis dan AS sendiri adalah penjamin gencatan senjata yang ditandatangani antara Israel dan Hizbullah pada akhir November lalu.
Baca juga: Serangan Udara Israel Hantam Pinggiran Selatan Beirut, Gencatan Senjata di Ambang Kehancuran
Israel Klaim Serangan untuk Hancurkan Infrastruktur Rudal Hizbullah
Militer Israel menyatakan bahwa serangan udara tersebut ditujukan untuk menghancurkan “infrastruktur tempat rudal presisi” yang disimpan oleh kelompok Hizbullah.
Namun, pihak Israel tidak memberikan bukti konkret untuk klaim ini.
Tidak ada laporan tentang ledakan sekunder yang biasanya terjadi ketika senjata atau amunisi meledak.
Meski begitu, serangan ini menambah ketegangan, terutama karena Israel telah beberapa kali melanggar gencatan senjata dengan menyerang Beirut dan wilayah selatan Lebanon.
Sementara itu, Zeina Khodr, jurnalis dari Al Jazeera yang berada di Beirut, melaporkan bahwa setelah serangan, kawasan yang terdampak mengalami kekacauan.
| Lomba Baca Kitab Kuning se-Aceh Besar Resmi Ditutup, Hadiah Jutaan Rupiah |
|
|---|
| Ngaku Premium, Ternyata Dioplos! Ini Daftar Merek Beras Diduga Oplosan: Raja Platinum hingga Siip |
|
|---|
| KBBI Tambah Kata Baru “Palum” sebagai Lawan Kata Haus, Ini Asal-Usul dan Contoh Penggunaannya |
|
|---|
| Kurang dari Satu Jam Berlayar, KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Begini Kronologinya |
|
|---|
| Resmi Diumumkan! Ini Daftar Lengkap Biaya Masuk Jalur Mandiri UNS 2025, Kedokteran Tembus 269 Juta! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Asap-asap-mengepul-dari-peledakan-rumah-di-Lebanon-Selatan-oleh-Pasukan-Israel.jpg)