Senin, 20 April 2026

News

Israel Bombardir Beirut Lagi! Presiden Aoun Minta Dunia Tindak Tegas!

 "Kami adalah perlawanan terhadap Israel dan kami akan terus mempertahankan negara ini," kata juru bicara Hizbullah dalam sebuah pernyataan.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Anews/tangkap layar
SERANGAN ISRAEL DI LEBANON - Asap-asap mengepul dari peledakan rumah di Lebanon Selatan oleh Pasukan Israel di tengah perjanjian gencatan senjata. Pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara baru terhadap kota Nabatieh di selatan Lebanon pada akhir 28 Januari, melukai sedikitnya 24 orang hanya beberapa hari setelah Beirut menerima perpanjangan gencatan senjata yang diamanatkan AS. 

SERAMBINEWS.COM-Israel kembali melanggar gencatan senjata yang tercapai pada November 2024, dengan melakukan serangan udara terhadap pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon, pada Minggu (27/4/2025). 

Dilansir dari kantor berita Al-Jazeera (28/4/2025), serangan ini, yang terjadi setelah Israel mengeluarkan peringatan evakuasi, menjadi yang ketiga kalinya Israel menyerang Beirut sejak gencatan senjata tersebut diberlakukan.

Setelah serangan tersebut, asap tebal terlihat mengepul dari area yang diserang, namun hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.

Meskipun demikian, kerusakan yang ditimbulkan cukup besar.

Menurut laporan dari Al Jazeera, bangunan-bangunan di sekitar area yang diserang mengalami kerusakan serius, dengan jendela-jendela pecah dan kaca berserakan di jalan.

 Beberapa mobil juga rusak akibat dampak ledakan.

Presiden Lebanon, Michel Aoun, mengecam serangan udara ini dan mengutuk tindakan Israel yang dianggapnya merusak stabilitas di Lebanon dan meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.

Aoun menilai serangan ini akan membawa “bahaya nyata bagi keamanan” wilayah Timur Tengah.

Ia juga meminta negara-negara besar, terutama Prancis dan Amerika Serikat, untuk menekan Israel agar menghentikan serangannya.

Prancis dan AS sendiri adalah penjamin gencatan senjata yang ditandatangani antara Israel dan Hizbullah pada akhir November lalu.

Baca juga: Serangan Udara Israel Hantam Pinggiran Selatan Beirut, Gencatan Senjata di Ambang Kehancuran

Israel Klaim Serangan untuk Hancurkan Infrastruktur Rudal Hizbullah

Militer Israel menyatakan bahwa serangan udara tersebut ditujukan untuk menghancurkan “infrastruktur tempat rudal presisi” yang disimpan oleh kelompok Hizbullah.

Namun, pihak Israel tidak memberikan bukti konkret untuk klaim ini.

Tidak ada laporan tentang ledakan sekunder yang biasanya terjadi ketika senjata atau amunisi meledak.

Meski begitu, serangan ini menambah ketegangan, terutama karena Israel telah beberapa kali melanggar gencatan senjata dengan menyerang Beirut dan wilayah selatan Lebanon.

Sementara itu, Zeina Khodr, jurnalis dari Al Jazeera yang berada di Beirut, melaporkan bahwa setelah serangan, kawasan yang terdampak mengalami kekacauan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved