Kamis, 4 Juni 2026

Harga Emas

Harga Emas Naik! Investor Bersiap Hadapi Guncangan The Fed dan Trump

pada pukul 02.17 GMT, harga emas spot tercatat naik 0,7 persen menjadi 3.261,59 dolar AS per ons, sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,8 persen me

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
For Serambinews.com
HARGA EMAS-Harga emas dunia naik pada hari Senin (5/5/2025) seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). 

SERAMBINEWS.COM-Harga emas dunia naik pada hari Senin (5/5/2025) seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).

Para investor global saat ini sedang menantikan keputusan penting dari Federal Reserve (bank sentral AS) yang akan diumumkan akhir pekan ini, serta perkembangan terbaru mengenai kebijakan perdagangan antara AS dan sejumlah mitra dagangnya, termasuk China.

Dilansir dari kantor berita Reuters (5/5/2025), pada pukul 02.17 GMT, harga emas spot tercatat naik 0,7 persen menjadi 3.261,59 dolar AS per ons, sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,8 persen menjadi 3.269,60 dolar AS per ons.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah sebesar 0,3 persen terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Melemahnya dolar ini membuat emas menjadi lebih murah dan lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang selain dolar.

Pelemahan Dolar Jadi Pendorong Harga Emas

Menurut Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade, dolar AS yang melemah menjelang pertemuan Federal Reserve menjadi alasan utama naiknya harga emas.

“Dolar AS tampak melemah menjelang pertemuan Fed minggu ini, yang memungkinkan emas sedikit menguat,” ujar Waterer.

Ia juga memperkirakan bahwa emas akan terus bergerak di kisaran harga 3.200 hingga 3.350 dolar AS per ons menjelang pengumuman kebijakan bank sentral AS.

 “Namun, jika muncul berita baru terkait kesepakatan perdagangan, volatilitas pasar emas bisa meningkat lagi,” tambahnya.

Baca juga: Harga Emas di Langsa Turun Saat Mayday, Per Mayam Kini Rp 5,65 Juta, Cek Rincian Edisi 1 Mei 2025

Investor Tunggu Keputusan The Fed dan Pidato Pejabat

Fokus utama pasar saat ini tertuju pada hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve, serta pidato dari sejumlah pejabat tinggi bank sentral yang dijadwalkan minggu ini.

Investor berharap mendapatkan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter AS, termasuk potensi penurunan suku bunga.

Data ketenagakerjaan AS terbaru yang dirilis Jumat lalu menunjukkan penambahan lapangan kerja yang lebih besar dari perkiraan pada bulan April.

Berdasarkan data tersebut, para pelaku pasar kini memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga hingga 80 basis poin sepanjang tahun ini, yang kemungkinan akan dimulai pada bulan Juli.

Trump Desak Pemangkasan Suku Bunga, Tegaskan Powell Tidak Akan Dicopot

Presiden AS Donald Trump juga kembali menekan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga.

 Dalam pernyataannya hari Minggu, Trump mengatakan bahwa ia tidak berencana mencopot Jerome Powell dari jabatannya sebagai Ketua Fed, meskipun ia masih terus menyerukan agar suku bunga segera diturunkan.

“Saya tidak akan mencopot Jerome Powell sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2026,” kata Trump.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved