Selasa, 12 Mei 2026

Berita Politik

Kader Minta Makhyaruddin Dicopot dari Ketua PKS Aceh, Nourman: Tak Ada Kaderisasi & Partai Terpuruk

“Kepemimpinan Makhyar bukan hanya lemah, tapi juga telah merusak soliditas kader yang berakibat PKS gagal penuhi target Pemilu 2024,” tudingnya.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
DESAKAN KADER PKS - Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nourman Hidayat mendesak agar Makhyaruddin Yusuf dicopot dari jabatan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Aceh. 

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh, Nourman Hidayat mendesak agar Makhyaruddin Yusuf dicopot dari jabatan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadlian Sejahtera (PKS) Aceh. 

Nourman yang juga seorang advokat senior itu menilai, DPW PKS Aceh di bawah kepemimpinan Makhyaruddin mengalami keterpurukan.

Mulai tidak adanya perubahan prinsipil dalam pengelolaan partai hingga tidak ada proses kaderisasi.

"Selama lima tahun kita alpa dari segi kaderisasi pembinaan wilayah, kehumasan, dan pendidikan politik,” ujar Nourman. 

“Kepemimpinan Makhyar bukan hanya lemah, tapi juga telah merusak soliditas kader yang berakibat PKS gagal penuhi target Pemilu 2024,” tudingnya, Senin (5/5/2025). 

Menurut Nourman, pergantian ketua DPW tidak harus menunggu hasil pemilihan anggota Majelis Syuro, tetapi bisa dilakukan pencopotan segera karena posisi mendesak. 

"Pencopotan ini sangat mendesak untuk dilakukan karena tantangan politik ke depan semakin berat dan PKS harus memiliki peran kuat di dalamnya,” ujar Nourman. 

Ia mengungkap, pada Pemilu 2024 lalu, perolehan suara PKS mengalami penurunan drastis.

Hal itu menyebabkan PKS Aceh kehilangan sejumlah kursi, khususnya untuk DPRA. Ia memandang, berkurangnya jumlah kursi di DPRA akan berefek terhadap kinerja partai, baik di dalam maupun di luar parlemen. 

Kondisi itu, urai Nourman, semua berpunca pada ketidakmampuan Makyaruddin dalam memimpin dan mengelola PKS Aceh

"Ini bertolak belakang dengan visi misi PKS sebagai partai kader,” tukas advokat senior ini.  

“Makhyar tidak mampu mengelola soliditas dan bahkan cenderung merusaknya hingga menjangkau semua jenjang kaderisasi. Padahal selama ini kaderisasi adalah mesin partai yang paling efektif,” jelasnya. 

Nourman juga menyayangkan kondisi PKS Aceh saat ini, di mana dalam sejarahnya mesin politik PKS berupa kader yang militansi mengawal suara. 

Namun, kini hal tersebut sudah tidak terjadi lagi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved