Sabtu, 25 April 2026

Berita Internasional

Donald Trump dan Inggris Sepakat Pangkas Tarif, Apa Isinya Benarkah Ini Kabar Baik untuk Semua?

Kesepakatan ini tetap memberikan keringanan tarif untuk beberapa produk unggulan Inggris seperti mobil, baja, dan aluminium.

Penulis: Gina Zahrina | Editor: Muhammad Hadi
Instagram @realdonaldtrump
DONALD TRUMP - Inggris dan AS sepakat mengatur ulang tarif sejumlah barang, meski sebagian besar produk Inggris masih dikenai tarif 10% sesuai kebijakan era Donald Trump. 

SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat dan Inggris telah mencapai kesepakatan baru mengenai pengurangan tarif untuk beberapa barang yang diperdagangkan di antara kedua negara.

Meskipun tarif umum sebesar 10 persen atas impor dari seluruh dunia yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump masih berlaku.

Kesepakatan ini tetap memberikan keringanan tarif untuk beberapa produk unggulan Inggris seperti mobil, baja, dan aluminium.

Pemerintah Inggris dan Amerika Serikat sepakat untuk memangkas atau menghapus tarif impor atas beberapa komoditas penting yang diperdagangkan antara kedua negara. 

Meskipun Presiden Donald Trump menyebut kesepakatan ini sebagai "perjanjian dagang besar," laporan BBC menegaskan bahwa ini bukan perjanjian perdagangan bebas penuh, melainkan hanya kesepakatan terbatas yang berlaku sementara dan mencakup sejumlah sektor spesifik.

Berikut beberapa poin penting dalam kesepakatan tersebut yang dirangkum Serambinews.com dari laporan BBC News, Jum'at (9/5/2025) waktu setempat.

Baca juga: VIDEO Inggris Diam-diam Masih Pasok Peralatan Militer untuk Israel

Tarif Mobil Inggris ke AS Dipangkas, Tapi Ada Batas Kuota

Salah satu poin penting dari kesepakatan ini adalah pengurangan tarif mobil Inggris yang masuk ke pasar Amerika. 

Melansir dari BBC News, sebelumnya, mobil dan suku cadang asal Inggris dikenai tarif hingga 27,5 persen (gabungan dari tarif dasar 2,5?n tambahan 25 persen ). 

Dalam kesepakatan baru ini, tarif dipangkas menjadi 10 % untuk maksimal 100.000 unit per tahun dan jumlah yang setara dengan ekspor mobil Inggris ke AS pada tahun sebelumnya.

Namun, apabila Inggris mengekspor lebih dari 100.000 unit mobil ke AS dalam setahun, mobil tambahan akan kembali dikenai tarif 27,5 % . 

Hal ini dikhawatirkan dapat membatasi potensi pertumbuhan ekspor mobil Inggris, yang merupakan sektor ekspor terbesar ke AS dengan nilai sekitar £9 miliar per tahun, menurut data BBC.

Inggris sendiri saat ini memberlakukan tarif 10 % untuk mobil impor dari AS, dan belum ada kejelasan apakah akan ada penyesuaian terhadap tarif tersebut. 

Namun, Kanselir Inggris Rachel Reeves telah menyatakan keterbukaannya untuk membahas kemungkinan pemangkasan tarif menjadi 2,5 % sesuai permintaan AS.

Baca juga: Laporan Warga Aceh di London, Islam Berkembang Pesat di Inggris, Shalat Jumat Harus Antre

Ekspor Baja dan Aluminium Inggris Kini Bebas Tarif

Dalam kebijakan yang sangat disambut oleh industri logam berat Inggris, tarif sebesar 25 % untuk baja dan aluminium asal Inggris yang masuk ke AS telah dihapus. 

Langkah ini dianggap sangat penting bagi perusahaan seperti British Steel, yang sebelumnya mengalami kesulitan keuangan dan sempat diambil alih oleh pemerintah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved