Berita Pidie
Pengurus FPMI Pidie Dikukuhkan, Kanwil Kemenag Aceh Harapkan Bekerja Maksimal
guru di setiap madrasah inklusif memiliki kepekaan sosial atau responsif tinggi terhadap keberagaman siswa dan mampu memberikan pelayanan pendidikan
Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Idris Ismail I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pengurus Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) serta pengurus Bunda Iklusi resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Dr H Azhari Msi, Rabu (14/5/2025) petang di aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kankemenag Pidie.
Pelantikan Pengurus FPMI masa khidmat 2025-2030 Kabupaten Pidie itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: 009/FPMI/PA/V/2025 Tentang Penetapan Pengurus FPMI Kabupaten Pidie Masa Khidmat 2025-2029.
Adapun pengurus FPMI Pidie terdiri dari ketua Dra Saudah Pakeh MPd, dua wakil ketua H Asrizal SPdI dan Muhammad Thaifuri MPd.
Lalu Sekretaris dijabat oleh Hj Tadriana SPdI MPd, bendahara dijabat oleh H Anwar SAg. Selebihnya 27 pengurus masuk dalam tujuh bidang.
Dalam prosesi pelantikan dan pengukuhan selain dihadiri Kanwil Kemenag Aceh, juga Kakankemenag Pidie, Dr H Abdullah AR MAg, Bunda Inklusi Aceh, Ny Nurlaila Azhari, Bunda Inklusi Pidie, Ny Nurainun Abdullah MSi, ketua FPMI Aceh, Dr Hj Ummiyani SAg MPd, serta ratusan para guru dari semua jenjang pendidikan dalam lingkungan Kemenag Pidie.
Baca juga: JCH Aceh Utara 423, Tertua 91 Tahun, Termuda 19 Tahun, Terbagi 4 Kloter, Ini Jadwal ke Tanah Suci
Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari Msi kepada Serambinews.com, Rabu (14/5/2025) mengatakan, agar segenap pengurus FPMI yang telah diambil sumpah jabatan supaya dapat bekerja secara maksimal demi meningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan madrasah di 23 kecamatan di daerah berjuluk penghasil emping melinjo.
"Pengurus mesti memiliki niat tulus memberikan dedikasi secara maksimal untuk mengembangan madrasah yang inklusif agar generasi muslim kedepan lebih smart atau cerdas dan berakhlak mulia," ujarnya.
Disebutkan juga, para tenaga kependidikan atau guru madrasah untuk memiliki komitmen yang Istiqamah tinggi dalam mendukung dan membackup kegiatan inklusi agar berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Artinya, guru di setiap madrasah inklusif memiliki kepekaan sosial atau responsif tinggi terhadap keberagaman siswa dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang optimal.
"Mesti ada frame atau bingkai bahwa dalam dunia pendidikan semua siswa itu adalah sama dalam segala hal baik dalam bidang mendapatkan pendidikan maupun dalam layananya dengan dasar pertimbangan yang sesuai dengan tingkatan dan kebutuhan,"jelasnya.
Baca juga: Sebentar Lagi Idul Adha 2025, Disunnahkan Puasa Dzulhijjah 10 Hari Sebelum Lebaran, Kapan Waktunya?
Sebelumnya, Kepala Kankemenag Pidie, Dr H Abdullah AR MAg kepada Serambinews.com, Rabu (14/5/2025) mengatakan, FPMI ini menjadi peran besar dalam membangkitkan mutu pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus atau inklusif.
"Momen terbaik adalah mendidik bagi anak inklusif ini sebagai pengabdian terbaik dengan berharap ridha Allah SWT," ujarnya.
Semenyara itu, Ketua FPMI Pidie, Dra Saudah Pakeh MPd kepada Serambinews.com, Rabu (14/5/2025) mengatakan, FPMI menjadi agen perubahan dalam mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu dan inklusif bagi semua peserta didik.
"Termasuk peserta didik berkebutuhan khusus," ujarnya.
Baca juga: Puluhan Guru SMA dan SMK Bireuen Ikut Pelatihan
Selanjutnya itu juga, peran forum ini dapat mengembangkan potensi generasi muda dengan mempererat silaturahmi antar anggota dengan mendorong partisipasi dalam pembangunan masyarakat.
"Maka dalam rangka memperkuat struktur dan menjalankan program yang telah dirancang perlu sinergitas dan keikhlasan agar roda organisasi dapat berjalan secara maksimal,"ungkapnya. (*)
| Bulog Sigli Edukasi Puluhan Siswa Seputar Ketahanan Pangan Nasional |
|
|---|
| Hari Ini, Bupati Sarjani Lantik Puluhan Pejabat, Sepuluh Camat Diganti |
|
|---|
| Kenaikan Harga LPG 12 Kg di Pidie Cekik Pelaku Usaha, Pemerintah Diminta Tinjau Ulang |
|
|---|
| Kenaikan Harga LPG 12 Kg di Pidie 'Cekik Leher' Pelaku Usaha, Pemerintah Harus Tinjau Ulang |
|
|---|
| Mahasiswa Unigha Gelar Program PKM Penguatan Literasi Digital di Gampong Mee Tanoh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengurus-FPMI-Kabupaten-Pidie-masa-khidmat-2025-2030.jpg)