Komuinitas

BFLF Luncurkan Buku 'Ada Cinta di Rumah Singgah', Sebuah Kisah Mereka yang Tangguh Melawan Sakit

Buku setebal 240 halaman ini ditulis Michael Octaviano, Melia Ulfa, Helena Sari, Sari Haslinur, Desi Badrina dan diterbitkan UMSU Press, tidak hanya m

Penulis: Sara Masroni | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/sara masroni
PELUNCURAN BUKU - Ketua Umum, Michael Octaviano SSTP bersama tim saat launching buku karya BFLF Indonesia berjudul "Ada Cinta di Rumah Singgah" yang berlangsung di Aula Perpustakaan Wilayah Aceh, Kamis (15/5/2025). 

Laporan Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Blood For Life Foundation (BFLF) menggelar meluncurkan buku karya BFLF Indonesia berjudul "Ada Cinta di Rumah Singgah: Bukan Sehatmu Saja Kucintai, Sakitmu juga Kusayangi" yang berlangsung di Aula Perpustakaan Wilayah Aceh, Kamis (15/5/2025).

Buku setebal 240 halaman ini ditulis Michael Octaviano, Melia Ulfa, Helena Sari, Sari Haslinur, Desi Badrina dan diterbitkan UMSU Press, tidak hanya menyuarakan kisah mereka yang sakit dan berjuang, tetapi juga menampilkan wajah-wajah anak muda Indonesia yang tidak menyerah dalam menyebar kebaikan. 

Ketua Umum BFLF Indonesia, Michael Octaviano SSTP mengatakan, buku tersebut menceritakan kisah mereka yang tangguh melawan penyakit, tidak berputus dan kasih sayang serta aksi-aksi kemanusiaan terhadap masyarakat kurang mampu, terutama yang berasal dari daerah saat berobat ke Banda Aceh.

"Tujuan launching ini memberikan inspirasi bagi masyarakat, ada saudara-saudara kita yang lagi berjuang untuk sehat. Namun lebih penting dari itu, adanya rasa cinta," kata Michael.

Dikatakannya, sebagai manusia harus terus saling peduli ke depan. Dengan adanya rumah singgah ini, membuktikan masyarakat Aceh cukup saling membantu. 

"Jangan pernah merasa ditinggal sendiri," ungkap Michael.

Melalui berbagai aksi kemanusian yang sudah dilakukan bersama relawan hampir 15 tahun berdirinya BFLF, dia berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi masing-masing kabupaten/kota untuk membangun rumah singgah di Banda Aceh, menolong mereka yang tidak mampu agar dapat tinggal sementara selama mendampingi keluarga berobat ke kota.

“Ini juga menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota, terutama pemerintah daerah agar dapat melahirkan (rumah singgah), alhamdulillah BFLF jadi pelopor pencetus rumah singgah di Aceh,” pungkasnya.

Hadir dalam launching tersebut Bisrun, warga asal Singkil sekaligus salah seorang sosok yang kisah inspiratifnya dalam merawat sang istri dengan sabar selama beberapa tahun, dituliskan dalam buku tersebut. 

Koordinator Penerbit UMSU Press, Zulfan Siregar hingga tokoh sekaligus eks Anggota DPRA, Bardan Sahidi datang dalam peluncuran ini.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved