Pidie
Bupati Sarjani Luncurkan Baju Khas Pidie, Melestarikan Budaya dan Adat
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pidie, Sarjani, secara perdana mengenakan baju khas Pidie yang disematkan oleh pemangku adat
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pidie, Sarjani, secara perdana mengenakan baju khas Pidie yang disematkan oleh pemangku adat
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kabupaten Pidie memiliki baju khas yang unik dan mengagumkan.
Baju berwarna hitam itu dihiasi sulaman benang berwarna kuning dipadu sejumlah warga lain.
Ini merupakan pertama dan menjadi kekhasan kabupaten penghasil kerupuk mulieng ini.
Bupati Pidie, Sarjani Abdullah SH, MH, didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie, Drs. Samsul Azhar, menghadiri acara peluncuran baju khas Pidie diselenggarakan oleh Majelis Adat Aceh (MAA) Pidie yang berlangsung di Oproom Setdakab Pidie pada Kamis, (15/05/2025).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pidie, Sarjani, secara perdana mengenakan baju khas Pidie yang disematkan oleh pemangku adat Aceh Kabupaten Pidie.
Selanjutnya, Bupati Sarjani menyematkan secara simbolis baju khas Pidie kepada Wakil Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), yang diikuti oleh seluruh pengurus Majelis Adat Aceh.
Perlu diketahui bahwa Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh telah memberikan landasan kuat bagi pembinaan kehidupan adat istiadat di Provinsi Aceh.
Selain itu, Qanun No. 12 Tahun 2023 tentang Majelis Adat Aceh Kabupaten Pidie, yang diundangkan pada 29 Desember 2023, juga mengatur kedudukan Majelis Adat Aceh Kabupaten Pidie.
Dalam Pasal 8 ayat 1 Qanun tersebut disebutkan bahwa Majelis Adat Aceh Kabupaten Pidie merupakan lembaga keistimewaan Aceh yang bersifat otonom dan independen, serta berperan sebagai mitra pemerintah dalam penyelenggaraan kehidupan adat dan pembinaan masyarakat.
Oleh karena itu, pembinaan dan pengembangan adat istiadat diperlukan untuk meningkatkan fungsi dan peranannya dalam menata kehidupan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Sarjani menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kontribusi dalam pengembangan pakaian adat khas Pidie.
Sarjani mengungkapkan bahwa peluncuran baju khas Pidie ini bertujuan untuk melestarikan budaya daerah, memberikan pendidikan dan sosialisasi tentang makna simbolis dan filosofis pakaian khas Pidie, serta menunjukkan ciri khas budaya Pidie.
Momen ini juga menjadi simbol kebangkitan identitas budaya lokal dan upaya mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai budaya, filosofi, dan sejarah di balik pakaian khas Pidie.
Bupati Sarjani menekankan pentingnya melestarikan adat istiadat dan budaya melalui generasi penerus, sehingga nilai-nilai dan tradisi dapat terus hidup dan berkembang dalam masyarakat Pidie.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain seluruh unsur Forkopimda, para Kepala SKPK dan lembaga terkait, para Asisten Sekretariat Daerah, serta para Camat dalam lingkungan Kabupaten Pidie.(*)
9 Dinas di Pidie Akan Alami Perubahan Nomenklatur |
![]() |
---|
Bunda PAUD Pidie Dukung Wajib Belajar 13 Tahun, Ulas Pentingnya Pendidikan Usia Dini |
![]() |
---|
Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Latih Kompetensi Tenaga Perpustakaan di Pidie |
![]() |
---|
Mutasi Perdana, Bupati Sarjani Lantik 70 Pejabat, Enam Camat & Dua Orang Mengundurkan Diri |
![]() |
---|
Bupati Sarjani Lantik Dr Dwi Wijaya Sebagai Kadiskes Pidie, Usai 17 Bulan Menjabat Plt |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.