Sabtu, 2 Mei 2026

Rumah Kepala Kampung Gunung Agung Dibakar Warga Buntut Duel Maut, Beras Bansos 4 Ton Diduga Dijual

Aksi pembakaran dilakukan lantaran Sukardi diduga menjual beras bansos sebanyak 400 karung atau seberat 4 ton dengan harga Rp 36 juta.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Kolase TribunLampung.com/ Fajar Ihwani Sidi || Tribun Video
DIBAKAR WARGA - Kondisi rumah Kepala Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah usai dibakar massa, Sabtu (17/5/2025). Diduga akibat penyelewangan bansos. 

Penjelasan Kapolres

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Alsyahendra mengatakan, pembakaran rumah oleh massa merupakan buntut duel maut yang terjadi di Pasar Bandar Agung.

Duel itu melibatkan kerabat Sukardi berinisial AGS (41), yang kini telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

"Sebelumnya terjadi perkelahian yang melibatkan AGS selaku kerabat Sukardi dan SRY."

"Perkelahian itu menewaskan SRY, masyarakat pun terprovokasi dan aksi pembakaran pun terjadi," katanya.

Perkelahian itu bermula saat SRY mengantarkan istrinya belanja ke pasar.

Sekira pukul 09.00 WIB, korban bertemu dengan pelaku dan terjadi cekcok mulut di pasar.

Perdebatan itu berujung penikaman yang dilakukan oleh AGS kepada SRY.

"Atas aksi tersebut, Tekab 308 Polres Lampung Tengah sudah mengamankan AGS selaku terduga pelaku penikaman."

"Kemudian insiden pembakaran sebagai buntut peristiwa duel maut, kami sedang melakukan penyelidikan untuk mencari provokator aksi tersebut," bebernya.

Sementara itu, keluarga SRY meminta aparat penegak hukum tegas dalam menangani kasus.

Hal itu disampaikan Usman, kakak ipar dari SRY, saat jajaran Polres Lampung Tengah datang ke rumah duka pasca insiden penikaman dan aksi pembakaran rumah milik Kepala Kampung setempat, Sabtu (18/5/2025).

Usman mengatakan, dia selaku perwakilan keluarga meminta kepolisian untuk menangani kasus tersebut dan dituntaskan secara adil.

"Saya selaku kakaknya mewakili keluarga besar mengharapkan kepada bapak (Polres Lampung Tengah) untuk menindak lanjut, secepatnya, setegasnya,"

"Karena saya takut (kdepan) akan terjadi hal-hal yang lebih dari ini, jangan sampai terjadi," ujar Usman mengampaikan harapan keluarga keluarga.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved