Kamis, 30 April 2026

Konflik Palestina vs Israel

Serangan Israel Terbaru di Gaza Tewaskan 60 Orang

Serangan Israel yang berlangsung Senin malam hingga Selasa (20/5/2025) dini hari menewaskan sedikitnya 60 orang di Jalur Gaza.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/Anadolu Agency
SERANGAN ISRAEL - Pasien yang dipindahkan dari Rumah Sakit Indonesia tiba di Rumah Sakit Kamal Adwan pada hari Minggu, 18 Mei 

SERAMBINEWS.COM, DEIR AL-BALAH — Serangan Israel yang berlangsung Senin malam hingga Selasa (20/5/2025) dini hari menewaskan sedikitnya 60 orang di Jalur Gaza

Israel terus melancarkan serangan besar di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir, dengan mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk memulangkan puluhan sandera yang ditawan Hamas dan menghancurkan kelompok militan tersebut.

Seperti dikutip dari The Associated Press, dua serangan di Gaza utara menghantam sebuah rumah keluarga dan sebuah sekolah yang diubah menjadi tempat penampungan, menewaskan sedikitnya 22 orang, lebih dari setengahnya adalah wanita dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Sebuah serangan di kota pusat Jalur Gaza, Deir al-Balah menewaskan 13 orang, dan serangan lainnya terjadi di kamp pengungsi Nuseirat yang dibangun di dekatnya, yang menewaskan 15 orang.

Sementara itu, dua serangan lainnya terjadi di kota selatan Khan Younis menewaskan 10 orang.

Hingga kini tidak ada komentar dari militer Israel mengenai serangan-serangan tersebut. 

Mereka mengatakan hanya menargetkan militan dan menyalahkan Hamas atas kematian warga sipil karena kelompok tersebut beroperasi di daerah berpenduduk padat.

Situasi di Gaza kembali memanas ketika militan yang dipimpin Hamas menyerang Israel selatan, menewaskan sekitar 1.200 orang pada 7 Oktober 2023. 

Sebagian besar korban merupakan warga sipil, dan sebanyak 251 orang telah diculik. 

Para militan hingga kini masih menahan 58 tawanan, sekitar sepertiganya diyakini masih hidup, setelah sebagian besar sisanya dikembalikan melalui perjanjian gencatan senjata atau kesepakatan lainnya.

Serangan balasan Israel, yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza, telah menewaskan lebih dari 53.000 warga Palestina, yang sebagian besar merupakan wanita dan anak-anak. 


Perang tersebut telah membuat sekitar 90 persen penduduk Gaza mengungsi. Sebagian besar dari mereka bahkan telah mengungsi sebanyak beberapa kali.

Baca juga: VIDEO Waktu Israel Hampir Habis, Yaman Kepung Haifa dan Siap Luncurkan Senjata Rahasia

Israel Izinkan 9 Truk Bantuan Masuk Gaza saat 470.000 Orang Terancam Kelaparan, PBB: Jelas Tak Cukup

Pemerintah Israel mulai mengizinkan segelintir truk bantuan kemanusiaan memasuki Jalur Gaza usai blokade total yang berlangsung sejak 2 Maret 2025.

Pada Senin (19/5/2025), Israel mengizinkan sembilan truk yang dikoordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masuk membawa bantuan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku pihaknya membolehkan bantuan masuk usai mendapat tekanan dari sejumlah sekutu.

Netanyahu juga mengumumkan akan membatasi pasokan makanan ke Gaza seiring operasi serangan darat ke enklave Palestina yang telah diduduki Israel sejak 1967 tersebut.

PBB menyambut kesediaan Israel yang membuka kembali akses bantuan kemanusiaan ke Gaza. Namun, PBB mengingatkan kuota yang diizinkan Israel masih jauh dari cukup untuk menangani krisis kemanusiaan.

Sebagai informasi, sekitar 500 truk bantuan memasuki Gaza per hari sebelum serangan Israel dimulai pada Oktober 2023.


Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyebut jumlah bantuan kemanusiaan yang memasuki Gaza tidak cukup untuk mulai mengatasi kelaparan di Gaza.

"Bantuan ini akan didistribusikan melalui mekanisme sendiri, melalui jejaring kami, yang mana dapat diterima bagi kami," kata Dujarric, dikutip Al Jazeera.

"Kami tidak punya kemewahan untuk mengatakan, 'Ya, jika ini hanya sembilan truk, kami akan melakukannya.' Ini jelas tidak cukup dan kami sudah sangat jelas kepada Israel dan tetap mengomunikasikan bahwa ini tidak cukup, ini masih mengancam penduduk."

Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan sekitar dua juta penduduk Gaza terancam kelaparan. Padahal, 160.000 ton bantuan PBB mengantre di perbatasan.

"Orang-orang meninggal akibat penyakit yang bisa dicegah saat obat-obatan menunggu di perbatasan, sementara serangan ke rumah sakit menjauhkan penduduk dari perawatan dan mencegah mereka yang membutuhkannya," kata Tedros.

Sebelumnya, lembaga monitor kelaparan dunia, Integrated Food Security Phase Classification (IPC), melaporkan sekitar 470.000 penduduk Gaza terancam kelaparan akut tingkat 5 atau katastrofik.

Lebih dari 71.000 anak dan 17.000 ibu diperkirakan membutuhkan perawatan medis untuk malanutrisi akut. Sedangkan seluruh populasi Gaza dilaporkan mengalami kerentanan pangan akut.

 

Baca juga: VIDEO Houthi Balas Dendam Serangan Israel, Tel Aviv Dihantam Rudal Balistik!

Baca juga: Sosok Zulkarnaen Apriliantony, Mantan Komisaris BUMN Raup Rp 52,5 Miliar Lindungi Ribuan Situs Judol

Baca juga: Profil Ibrahim Sjarief Assegaf Suami Najwa Shihab, Pengacara Ternama Sekaligus Direktur Hukum Online

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved