Berita Lhokseumawe

Contek, Tips Cegah Gigi Ompong Pada Usia Muda

Lalu, bagaimana cara mencegah gigi ompong di usia muda? drg Rina Rahadian membagikan beberapa tips yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
IST
drg Rina Rahadianur 

Lalu, bagaimana cara mencegah gigi ompong di usia muda? drg Rina Rahadian membagikan beberapa tips yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Kondisi gigi ompong bukan hanya mengganggu estetika senyum, tetapi juga dapat berdampak pada fungsi pengunyahan, bicara, bahkan kepercayaan diri. 

Karena itu, pencegahan sejak dini adalah kunci utama untuk memiliki gigi yang sehat dan utuh hingga usia senja.

Lalu mengapa gigi ompong bisa terjadi di usia muda? 

Menurut drg Rina Rahadian, selaku dokter gigi di Lhokseukawe dan juga owner Nasaky DentalCareada, ada beberapa faktor yang perlu  diwaspadai, diantaranya :

#Karies gigi yang tidak tertangani

Ini adalah penyebab paling umum. Lubang kecil pada gigi jika dibiarkan terus membesar dapat merusak struktur gigi secara keseluruhan, hingga akhirnya tidak dapat dipertahankan dan perlu dicabut.

#Penyakit gusi (periodontitis)

Infeksi pada gusi dan tulang penyangga gigi dapat menyebabkan gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal. Kebersihan mulut yang buruk adalah pemicu utama penyakit gusi.

#Trauma atau kecelakaan

 Benturan keras pada area mulut saat berolahraga atau kecelakaan lainnya dapat menyebabkan gigi patah atau tanggal.

#Kebiasaan buruk

Menggigit benda keras, menggeretakkan gigi (bruxism) atau menggunakan gigi sebagai alat pembuka dapat merusak gigi secara perlahan.

#Kurangnya perawatan gigi rutin

Kontrol rutin ke dokter gigi sangat penting untuk deteksi dini masalah gigi dan pencegahan yang efektif.

Baca juga: Mau Tes Sekolah Kedinasan, Ini  Beberapa Tips untuk Merawat Gigi Anda Agar Tetap Sehat

Lalu, bagaimana cara mencegah gigi ompong di usia muda?

drg Rina Rahadian membagikan beberapa tips yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

#Sikat gigi dua kali sehari dengan benar

Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride. Sikatlah seluruh permukaan gigi selama minimal dua menit, dengan gerakan memutar atau naik turun yang lembut. Jangan lupakan untuk membersihkan lidah untuk menghilangkan bakteri penyebab bau mulut.

#Gunakan benang gigi (dental floss) setiap hari.

Sikat gigi saja tidak cukup untuk membersihkan sela-sela gigi dari sisa makanan dan plak. Gunakan benang gigi dengan hati-hati untuk menjangkau area yang sulit dijangkau oleh sikat gigi.

#Batasi konsumsi makanan dan minuman manis serta asam 

Gula dan asam dapat merusak lapisan email gigi dan memicu terjadinya karies. Kurangi frekuensi dan jumlah konsumsi makanan dan minuman manis, serta hindari minuman asam yang berlebihan. Jika mengonsumsinya, segera berkumur dengan air.

#Perbanyak konsumsi makanan sehat

 Makanan yang kaya serat, vitamin, dan mineral, seperti buah-buahan, sayuran, dan produk susu, penting untuk kesehatan gigi dan gusi.

#Hindari kebiasaan buruk

Jauhi kebiasaan menggigit benda keras, menggeretakkan gigi (jika Anda memiliki kebiasaan ini, konsultasikan dengan dokter gigi mengenai penggunaan mouthguard), dan menggunakan gigi sebagai alat pembuka.

#Gunakan pelindung gigi saat berolahraga

Jika Anda aktif dalam olahraga yang berisiko kontak fisik, gunakan mouthguard untuk melindungi gigi dari benturan.

#Kunjungi dokter gigi secara rutin

Lakukan pemeriksaan gigi minimal enam bulan sekali. Dokter gigi dapat mendeteksi masalah gigi sejak dini dan memberikan perawatan yang tepat sebelum kondisi menjadi lebih parah. Pembersihan karang gigi (scaling) secara rutin juga penting untuk mencegah penyakit gusi.

Lanjut drg Rina Rahadian, pencegah selalu lebih baik daripada mengobati. 

"Dengan menerapkan tips sederhana ini secara konsisten, anda telah berinvestasi besar untuk memiliki senyum yang sehat, indah, dan utuh diusia muda hingga masa depan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi Anda untuk mendapatkan saran dan perawatan yang sesuai dengan kondisi gigi Anda," pungkasnya.(*)

Baca juga: Awas! Makanan Enak Ini Bisa Jadi Musuh Utama Gigi Anak-Anak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved