Berita Banda Aceh
Pemko Banda Aceh Diminta Wujudkan Rumah Rehabilitasi Khusus Wanita
“Besar harapan kepada Ibu Walikota dapat mewujudkan Rumah Rehabilitasi Narkotika khusus wanita,” kata Ali.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
“Besar harapan kepada Ibu Walikota dapat mewujudkan Rumah Rehabilitasi Narkotika khusus wanita,” kata Ali.
Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjend Pol Marzuki Ali Basyah berharap Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dapat mewujudkan rumah rehabilitasi narkotika khusus wanita.
Hal itu ia katakan usai penandatangan nota kesepahaman untuk mempercepat fasilitas Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika Dan Prekursor Narkotika (P4GN), antara Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh di Pendopo Wali Kota, Senin (26/5/2025).
Penandatanganan nota kesepahaman ( MoU ) dilakukan oleh, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Brigjen Pol Drs Marzuki ali Basyah MM dan Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal SE.
“Besar harapan kepada Ibu Walikota dapat mewujudkan Rumah Rehabilitasi Narkotika khusus wanita,” kata Ali.
Ia juga menyinggung perihal masalah rehabilitas agar di Banda Aceh, agar memaksimalkan Institusi Pemerintah Wajib Lapor ( IPWL ) yang ada di Banda Aceh sebagai pendataan awal penyalahguna narkoba di Kota Banda Aceh.
Ia mengatakan, nota Kesepakatan tersebut sendiri dilaksanakan sebagai landasan para pihak dalam pelaksanaan tugas dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.
Dikatakannya, berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional dengan Badan Riset, Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), masyarakat Indonesia yang berusia 15-64 tahun dengan jumlah 192.937. 354 jiwa, pernah pakai narkotika sebanyak 4.244.000 atau 1,73 persen. Jumlah prevalensi ini turun dari tahun sebelumnya sebesar 1,95 persen.
“Dengan adanya Nota Kesepahaman ini, semakin meningkatkan Kerjasama kegiatan-kegiatan antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan OPD terkait dengan BNN Kota Banda Aceh, dalam pelaksanaan tugas fungsi pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat dan Rehabilitasi serta kegiataan lainnya,” pungkasnya.
Baca juga: Mahasiswa Malaysia Kunjungi Dayah Rehabilitasi Tamora Aceh, Ini Kesan Mereka
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal SE, mengatakan, Pemko berkomitmen untuk mengoptimalkan kegiatan-kegiatan dalam program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika di Kota Banda Aceh.
Selain itu kata Illiza, Pemko Banda Aceh akan mewujudkan Rumah Rehabilitasi Narkotika khusus bagi perempuan, guna memberikan layanan pemulihan yang lebih tepat sasaran dan berperspektif gender.
“Untuk memperkuat pelayanan publik, akan dibentuk posko-posko pengaduan layanan masyarakat di setiap gampong,” ucapnya.
Posko tersebut nantinya diharapkan menjadi tempat masyarakat menyampaikan berbagai kendala, keluhan, maupun informasi penting lainnya termasuk masalah penyalahgunaan narkotika di gampong tersebut.
Setiap aduan akan diteruskan dan ditindaklanjuti oleh instansi terkait secara cepat dan tepat.
| Sepanjang 2025, Aceh Diguncang 1.556 Gempa Bumi, 75 Kejadian yang Dapat Dirasakan |
|
|---|
| Korban Banjir dan Tanah Longsor di Barsela Terima Bantuan dari KONI Aceh |
|
|---|
| Pembangunan Huntara dan Huntap untuk Korban Bencana di Aceh segera Dimulai |
|
|---|
| Aceh Diguncang 1.556 Gempa Sepanjang 2025, Terbesar Magnitudo 6,3 |
|
|---|
| Tiga Sekolah di Banda Aceh Jadi Pilot Projek Kurikulum Anti Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-BNNP-Aceh-Kiri-dan-Walikota-Banda-Aceh-Kanan.jpg)