Video

VIDEO - Makam Kandang XII Saksi Bisu dari Kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam

Makam-makam ini menjadi saksi bahwa Aceh pernah menjadi salah satu kerajaan yang disegani pada masanya. 

SERAMBINEWS.COM - Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki sejarah yang erat dengan agama islam, ini disebabkan oleh keberadaan kerajaan-kerajaan Islam di wilayah Aceh pada masa lampau. 

Seperti Kerajaan Pasai, Kerajaan Darussalam dan kemudian Kesultanan Aceh Darussalam atau menjadi saksi bahwa Aceh pernah menjadi salah satu kerajaan yang disegani pada masanya. 

Tentunya, dari kerajaan ini pasti meninggalkan jejak sejarah untuk diingat oleh para generasi penerus tanah rencong. Salah satu contoh nyata dari peninggalan sejarah dari kerajaan ini adalah kompleks Makam Kandang XII yang terletak di Gampong Kampung Baru, Kelurahan Keraton, Kecamatan Baiturahman, Kota Banda Aceh. 

Baca juga: Bukti Peninggalan Kerajaan Aceh dari Masa Lalu, Masjid Raya Paling Terkenal

Makam Kandang 12 ini juga hanya berjarak sekitar 500 meter dari Masjid Raya Baiturrahman. Meskipun terletak di tengah kota yang sibuk akan aktivitas, Makam Kandang XII tetap terjaga dan menjadi saksi bisu dari kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam. 

Kompleks makam ini dikelilingi oleh pepohonan rindang yang memberikan suasana sejuk dan asri oleh para pengunjungnya. Hal ini menjadikannya Makam Kandang 12 menjadi tempat yang tenang untuk merenung dan mengenang sejarah masa lalu. 

Pemberian nama kandang 12 juga berdasarkan dari jumlah makam yang dapat dijumpai dalam satu komplek pemakaman ini. Kandang berasal dari bahasa Persia yaitu “Kandazt” yang memiliki arti bertemu atau pertemuan, Sehingga makam ini dikaitkan dengan tempat berkumpul atau pemakaman bersama dari keturunan keluarga sultan Aceh. 

Baca juga: Ketua Golkar Aceh TM Nurlif Ziarah ke Makam Kerajaan Raja Trumon Aceh Selatan

Tokoh-tokoh bersejarah yang dimakamkan di lokasi ini diantaranya adalah Sultan Salahudin bin Sultan Ali mughayat Syah, Muhammad Rumi, Sultan Alaidin Mughayat Syah, Sultan Alaidin Riayat Syah Al-Qahar, Sultan Husin Syah, lalu anak dari Sultan Riayat Syah, Sultan Ghori, Muhammad Syah Naim, Abdullah Al Malik, Sultan Yusuf, dan juga dua makam yang belum diketahui siapa tokohnya. 

Memasuki kompleks Makam Kandang XII, pengunjung akan disambut dengan deretan makam yang tersusun rapi. 

Makam-makam ini juga memiliki ciri khas berupa batu nisan dari batu pasir dengan ukiran kaligrafi Arab.
 
Kaligrafi yang terdapat pada batu nisan makam kandang 12 memberikan bukti bagaimana kekakayaan sejarah dan seni budaya Islam di Aceh. 

Baca juga: Mahasiswa Pendidikan Sejarah USM Kuliah Lapangan ke Benteng Indrapatra & Makam Laksamana Malahayati

Makam Kandang 12 ini bukan hanya sekadar menjadi situs bersejarah, tetapi juga menyimpan kekayaan seni dan nilai-nilai budaya Islam yang perlu dijaga dan dipelajari oleh generasi sekarang ataupun generasi mendatang. 

Walaupun makam kandang 12 ini merupakan situs bersejarah yang berharga, masyarakat awam masih banyak yang tidak memahami makna di balik warisan budaya ini. 

Hal ini tentu saja memicu keprihatinan bahwa suatu saat peninggalan ini bisa hilang begitu saja dan jejak sejarah Islam di Aceh suatu saat akan lenyap.

Sebuah tempat yang bukan sekadar perhentian terakhir, tapi juga pengingat akan nilai-nilai budaya dan kepercayaan lokal yang kian pudar.

Mungkin inilah saatnya untuk kembali mengingat.

Menyusuri jalan sunyi... dan menemukan cerita lama tentang sejarah Aceh yang terlupakan.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved