Minggu, 19 April 2026

Mihrab

Hikmah Ibadah Kurban: Menyembelih Hewan, Mengikis Sifat Kebinatangan

Sedangkan secara spiritual, qurban menjadi simbol penghambaan dan usaha mengikis sifat-sifat kebinatangan seperti tamak, rakus, dan egois.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SERAMBINEWS
Dewan Penasehat DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk H Bustamam Usman SHI MA 

Hikmah Ibadah kurban: Menyembelih Hewan, Mengikis Sifat Kebinatangan

SERAMBINEWS.COM - Ibadah kurban tidak hanya bermakna penyembelihan hewan semata, melainkan sarat dengan nilai-nilai spiritual, sosial, dan moral yang mendalam.

Dewan Penasehat DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Bustamam Usman SHI MA menjelaskan, sekurang-kurangnya ada dua hikmah utama dalam ibadah kurban

“Pertama, hikmah Vertikal dan Horizontal. Vertikal, karena ibadah kurban bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Horizontal, dagingnya dapat dinikmati oleh orang-orang yang membutuhkan. Dan dari sinilah akan terbentuk solidaritas dan kesetiakawanan sosial,” ungkapnya, Kamis (29/5/2025).

Kedua, kata Tgk Bustamam, ibadah kurban memiliki hikmah sosial, moral, dan spiritual.

Secara sosial, kurban adalah strategi memperkuat rasa kebersamaan antar lapisan masyarakat.

Secara moral, mengingatkan bahwa harta adalah titipan Allah yang di dalamnya terdapat hak orang lain. 

Sedangkan secara spiritual, kurban menjadi simbol penghambaan dan usaha mengikis sifat-sifat kebinatangan seperti tamak, rakus, dan egois.

“Misalnya, ada dalam masyarakat kita yang belum tentu dapat makan daging sekali dalam setahun. Kurban dapat dijadikan sarana membangun kebersamaan dan keharmonisan hubungan antara yang punya dengan yang tidak punya,” paparnya.

Tgk Bustamam yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Kota Banda Aceh, mengutip Imam Ghazali yang menyatakan bahwa penyembelihan hewan kurban sejatinya adalah simbol dari penyembelihan sifat-sifat negatif dalam diri manusia.

“Imam Ghazali menegaskan bahwa menyembelihan hewan kurban adalah sebagai simbol dari penyembelihan atau penghilangan sifat-sifat kebinatangan yang ada pada manusia, seperti sifat rakus, tamak, serakah, dan mau menang sendiri,” sebutnya.

Dengan berkurban, kata Tgk Bustamam, diharapkan semua manusia dapat membuang sifat-sifat kebinatangan yang dapat mendatangkan musibah dan bencana itu.

Dalam hubungannya dengan kehidupan, ibadah kurban mengandung tujuh pesan moral.

“Pertama, lepada para Pemimpin. Para Pemimpinlah yang seharusnya lebih dahulu untuk berkurban. Bukan hanya dengan menyembelih binatang, tetapi juga dengan menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang ada pada mereka,” imbuhnya.

Kedua, kepada para pengusaha dan pedagang. Berkurbanlah dengan menyembelih sifat-sifat curang dan tidak jujur, seperti mengurangi timbangan, curang dalam takaran, menipu dan memperdaya pembeli.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved