Berita Banda Aceh
Panitia Kurban di Aceh Diminta Utamakan Kebersihan: Daging dan Jeroan Tidak Dicampur
“Daging tidak tercampur dan bersatu dengan jeroan. Daging juga tidak boleh diletakkan langsung di atas lantai. Gunakan wadah tertutup seperti boks...
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
“Daging tidak tercampur dan bersatu dengan jeroan. Daging juga tidak boleh diletakkan langsung di atas lantai. Gunakan wadah tertutup seperti boks atau baskom plastik yang tahan air,” ujar Zalsufran kepada Serambinews.com, Sabtu (31/5/2025).
Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Menjelang pelaksanaan ibadah kurban, panitia penyembelihan hewan kurban di seluruh wilayah Aceh diimbau untuk mengutamakan aspek kebersihan dalam seluruh proses, mulai dari penyembelihan, penanganan daging, hingga pendistribusian kepada masyarakat.
Imbauan ini bertujuan untuk memastikan kualitas daging tetap higienis dan layak konsumsi.
Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Aceh, Zalsufran, menjelaskan salah satu poin penting yang ditekankan kepada para panitia kurban yakni agar memisahkan antara daging dan jeroan.
Tempat penanganan keduanya harus terpisah secara fisik agar tidak terjadi pencampuran.
Selain itu, tempat pencacahan atau pemotongan daging harus bersih dan dijaga kebersihannya secara berkala.
“Daging tidak tercampur dan bersatu dengan jeroan. Daging juga tidak boleh diletakkan langsung di atas lantai. Gunakan wadah tertutup seperti boks atau baskom plastik yang tahan air,” ujar Zalsufran kepada Serambinews.com, Sabtu (31/5/2025).
Dalam imbauannya, Zalsufran juga mengingatkan panitia kurban agar menggunakan meja dan talenan berbahan plastik polietilen (PE) atau high-density polyethylene (HDPE).
Talenan kayu dan peralatan yang tidak higienis sebaiknya dihindari.
Kemudian, pisau yang digunakan harus dalam kondisi bersih dan tajam, serta tidak digunakan bergantian antara daging dan jeroan.
Talenan pun harus dipisah antara untuk daging dan jeroan, guna mencegah kontaminasi silang.
Selain itu, petugas dilarang bersin atau batuk langsung ke arah daging, dan penggunaan insektisida (obat nyamuk) saat penanganan daging sangat tidak disarankan.
“Hindari bersin dan batuk langsung ke arah daging. Lalu, pisahkan dan musnahkan bagian daging atau organ yang tidak aman dan tidak layak untuk dikonsumsi,” tuturnya.
Baca juga: Pelaksana Kurban Perlu Tahu, Ini Bagian Kurban yang Dianjurkan Dimakan, UAS: Dilakukan Rasulullah
Lebih lanjut, Zalsufran juga meminta pihak panitia untuk segera mendistribusikan daging kurban kepada para mustahik (penerima).
| Musriadi Terpilih jadi Koordinator Presidium MD KAHMI Aceh Besar |
|
|---|
| Catut Foto Haji Uma dan Disandingkan dengan Wanita, Senator Aceh Lapor ke Polda:Pencemaran Nama Baik |
|
|---|
| Arsitek Dunia Gelar Konferensi Internasional di Aceh, Bahas Bencana Buatan Manusia dan Alam |
|
|---|
| OJK Aceh Dorong Program TPAKD Berbasis Data, Perluas Akses Keuangan Daerah |
|
|---|
| Pasutri di Banda Aceh Nekat Jadi Penadah, Tampung Motor Curian, Diciduk Saat Dipancing ke Gudang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-Disnak-Aceh-Zalsufran-mengimbau-panitia-penyembelihan-hewan-kurban.jpg)