Selasa, 14 April 2026

Video

VIDEO - Serangan Udara Mematikan Iran Kembali Bombardir Israel

Perang sengit antara Iran dan Israel terus berlanjut hingga Senin (16/6/2025), setelah hari sebelumnya Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel.

Editor: Khusna Maulidia

SERAMBINEWS.COM - Iran menembakkan sekitar 280 rudal balistik ke Israel dalam beberapa serangan sejak IDF memulai operasinya terhadap program nuklir Teheran Jumat pagi, menurut militer.

beberapa rudal telah berhasil menembus pertahanan udara, menyerang kawasan pemukiman di Tel Aviv, Ramat Gan, Rishon Lezion, Bat Yam, dan Rehovot di Israel tengah, serta Haifa dan Tamra di utara, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan.

Diketahui, perang sengit antara Iran dan Israel terus berlanjut hingga Senin (16/6/2025), setelah hari sebelumnya Iran meluncurkan gelombang rudal balistik ke Israel pada Minggu (15/6/2025) malam.

Serangan Iran tersebut menargetkan wilayah yang luas di wilayah-wilayah pendudukan, karena melanjutkan pembalasannya terhadap agresi Israel di tanahnya.

Baca juga: VIDEO - Rudal Bavar 373 Milik Iran Diduga Jatuhkan Tiga Jet Siluman Israel

Dilaporkan, gelombang besar rudal balistik yang diluncurkan dari provinsi tengah dan barat Iran diluncurkan menuju Israel.

Sedikitnya 29 orang terluka dievakuasi setelah serangan Iran, kata layanan ambulans.

Dua puluh sembilan orang yang terluka telah dievakuasi setelah serangan terbaru Iran, menurut layanan ambulans dan bank darah Israel.

Magen David Adom mengatakan bahwa tiga orang yang terluka berada dalam kondisi sedang dan 26 orang mengalami luka ringan.

Baca juga: VIDEO - Balasan Iran Lebih Brutal dari Dugaan, Israel Diminta Waspada!

Gideon Levy, seorang jurnalis Israel menceritakan tentang apa yang dialaminya selama gelombang serangan terbaru Iran terhadap Israel.

Ia sangat bersyukur tidak melihat langsung ledakan mengerikan itu tapi hanya mendengarnya saja. Menurut kesaksiannya kepada Al Jazeera dari Tel Aviv, Ia berada di tempat penampungan umum di sebelah rumahnya saat ledakan itu terjadi, dan saat itu ledakannya jauh lebih kuat dari sebelumnya. Menurutnya, ledakan itu sangatlah menakutkan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved