Rabu, 8 April 2026

Berita Abdya

BRIN Teliti Tradisi ‘Gala’ dan ‘Mawah’ di Alue Mangota Abdya

Kedatangan peneliti BRIN ini membawa program bertajuk “Gala dan Mawah: Pilar Pengembangan Ekonomi Berbasis Warisan Budaya di Aceh”.

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
PENELITI BRIN - Tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengunjungi Gampong Alue Mangota, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan riset tentang 'gala' dan 'mawah'. 

Laporan Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan ke Gampong Alue Mangota, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (19/6/2025).

Kedatangan peneliti BRIN ini membawa program bertajuk “Gala dan Mawah: Pilar Pengembangan Ekonomi Berbasis Warisan Budaya di Aceh”.

Kehadiran tim BRIN disambut langsung oleh Keuchik Alue Mangota, T Fakri dan Sekretaris Desa (Sekdes), Hamdi. 

Keuchik Alue Mangota, T Fakri bersyukur desanya dipilih dalam program nasional tersebut.

Program BRIN ini diyakini mampu mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal lewat pendekatan riset dan inovasi. 

Fokus utamanya menggali potensi tradisi ‘gala’ dan ‘mawah’ yang selama ini masih hidup di tengah masyarakat.

"Tradisi tersebut dianggap memiliki kekuatan sebagai warisan budaya yang bisa mendukung pembangunan berkelanjutan di gampong," kata Fakri.

Sementara itu, Sekdes Alue Mangota, Hamdi melihat peluang besar dari kegiatan ini.

Karena dapat menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat dan pemerintahan gampong.

"Kegiatan BRIN ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset berbasis budaya lokal serta menjadikan desa sebagai pusat inovasi sosial," kata Hamdi.

Ia menambahkan, tim BRIN tak hanya melakukan pengumpulan data, tapi juga berencana mendokumentasikan dan berdiskusi langsung untuk menggali nilai budaya yang telah dijaga turun-temurun.

"Selain menggali potensi tradisi, tim BRIN juga direncanakan akan melakukan dokumentasi dan diskusi untuk menggali nilai-nilai budaya yang selama ini masih dijaga secara turun-temurun," jelasnya.

Hamdi menyebutkan, ia belum tahu pasti hasil akhirnya, tapi ia optimis kegiatan ini bisa membuka jalan bagi kebijakan-kebijakan baru.

"Kita belum tau pasti hasil dari riset ini bisa menjadi pijakan kebijakan pemerintah ke depan, khususnya dalam pengembangan desa berbasis kearifan lokal," katanya.

Ia menegaskan, bahwa keterlibatan Alue Mangota dalam program ini menjadi kebanggaan tersendiri.

"Kita optimis bahwa gampong kita bisa lebih dikenal dan menjadi contoh bagi gampong lain dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong peningkatan ekonomi," pungkas Hamdi.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved