Jumat, 1 Mei 2026

Israel Serang Iran

Mengapa Israel Ingin AS Hancurkan Bunker Situs Nuklir Fordow Milik Iran

Para pejabat dan pakar telah menyatakan bahwa bom penghancur bunker seberat 30.000 pon (13.000 kg) milik AS adalah satu-satunya senjata

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/aeroflap
Ini adalah American GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP), sebuah Pesawat Bom Penembus Beton Berbahan Peledak Tinggi ( HECP ), berpemandu presisi , dan bertarget keras yang dirancang untuk memberikan kemampuan penetrasi ke dalam fasilitas yang dalam, diperkuat, dan diperkeras. Dipandu oleh sistem GPS presisi , MOP dapat menembus hampir 61m beton bertulang sebelum meledak dan dibawa oleh pesawat pengebom B-2 Spirit. 

SERAMBINEWS.COM - Presiden AS Donald Trump mengatakan dia masih  mempertimbangkan pilihannya  mengenai intervensi militer Amerika Serikat di tengah meningkatnya permusuhan antara Israel dan Iran.

Berdiri di Halaman Selatan Gedung Putih pada hari Rabu, Trump berkata, "Minggu depan akan menjadi minggu yang penting," seraya menambahkan bahwa para pejabat Iran bersemangat untuk bernegosiasi. 

Namun, ia memperingatkan mereka bahwa "sudah sangat terlambat untuk berbicara" setelah mereka menghubunginya.

Para pejabat dan pakar telah menyatakan bahwa bom penghancur bunker seberat 30.000 pon (13.000 kg) milik AS adalah satu-satunya senjata yang mampu menghancurkan Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Fordow, sebuah fasilitas yang diyakini menjadi pusat program nuklir Teheran dan dibangun jauh di dalam gunung.

Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang memiliki bom ini, yang dikirimkannya menggunakan pesawat pengebom B-2. 

Jika dikerahkan melawan Iran, ini akan menjadi perubahan besar dari yang awalnya hanya mencegat rudal atas nama Israel menjadi melakukan serangan ofensif aktif terhadap Iran.

AS Bersiap Kemungkinan Serangan terhadap Iran dalam Beberapa Hari Mendatang

Saat Trump membuat dunia bertanya-tanya tentang intervensi militer AS dalam serangan Israel terhadap Iran, semakin banyak laporan bermunculan mengenai persiapan di Washington, DC, untuk tindakan tersebut.

Bloomberg News, mengutip sumber anonim, melaporkan bahwa pejabat senior AS "bersiap menghadapi kemungkinan serangan terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang". 

Dikatakan bahwa perkembangan tersebut merupakan tanda bahwa Washington "sedang membangun infrastruktur untuk langsung memasuki konflik dengan Teheran".

Masyarakat mengatakan situasi masih terus berkembang dan dapat berubah, beberapa dari mereka menunjuk pada rencana potensial untuk melakukan serangan di akhir pekan.

"Pimpinan puncak di sejumlah lembaga federal juga sudah mulai bersiap menghadapi serangan, kata seseorang," tambah laporan itu.


Senator Partai Republik Minta AS Serang Fasilitas Nuklir Fordow Iran

Senator Lindsey Graham mendesak Trump untuk "berusaha sekuat tenaga" dan menyerang situs nuklir Fordow Iran, yang digali jauh di dalam gunung di Iran tengah.

“Israel mendominasi langit dan telah menghancurkan kepemimpinan militer dan ilmiah Iran. Mereka juga telah menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur nuklir Iran. Namun, satu lokasi yang masih berdiri – lokasi Fordow yang berada jauh di bawah tanah – harus ditangani untuk mencapai tujuan bersama yaitu memastikan program pengayaan nuklir Iran berakhir,” tulis Graham.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved