Banda Aceh
Lewat INCERTA, Himpunan Mahasiswa Psikologi USK Ajak Refleksi tentang Arti 'Rumah'
Di masyarakat kita, pembahasan soal kesehatan mental masih sering dianggap hal yang tabu. Banyak orang masih ragu untuk mencari bantuan psikologi...
SERAMBINEWS.COM - Di masyarakat kita, pembahasan soal kesehatan mental masih sering dianggap hal yang tabu. Banyak orang masih ragu untuk mencari bantuan psikologi karena takut dianggap lemah atau tidak normal. Akibatnya, banyak perasaan dan luka batin yang disimpan sendiri, tanpa pernah benar-benar disembuhkan.
Melihat kurangnya akses layanan kesehatan mental dan masih awamnya masyarakat terhadap mental health awareness, Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, melalui Departemen Sosial dan Masyarakat (Sosmas), mengadakan kegiatan bernama “INCERTA: Ini Cerita Tentang Harapan”.
Program ini menjadi tempat aman dan bersifat rahasia, di mana siapa pun bisa bercerita tentang pengalaman hidup dan perasaan mereka tanpa takut dihakimi. Tahun ini adalah edisi ke-11 dari INCERTA, dan program ini terus menjadi ruang untuk merenung dan menyembuhkan luka hati bagi banyak peserta.
Tema yang diangkat kali ini adalah “Rumah yang Tak Lagi Pulang”. Tema ini muncul dari kisah-kisah orang yang merasa kehilangan tempat untuk kembali—baik secara fisik maupun secara emosional. Rumah bukan lagi tempat yang nyaman dan aman, sehingga kenyamanan itu harus dicari atau dibangun kembali dari dalam diri sendiri. Melalui tema ini, INCERTA mengajak kita semua untuk kembali mencari dan memahami makna rumah dalam hidup masing-masing.
Kegiatannya dimulai dengan pendaftaran secara anonim. Setelah itu, peserta mengikuti sesi konseling kelompok seperti diskusi bersama yang dipandu oleh fasilitator dan didampingi oleh psikolog profesional.
Dalam sesi ini, peserta bebas bercerita dan akan mendapatkan tanggapan serta dukungan dari para psikolog.
Lalu, peserta juga diajak untuk menuliskan isi hati dalam bentuk surat kepada seseorang yang ingin mereka ajak bicara. Di akhir kegiatan, ada sesi relaksasi sederhana menggunakan teknik butterfly hug untuk membantu peserta lebih tenang secara emosional.
Fadilah Amanda, sebagai Kepala Departemen Sosmas, mengatakan bahwa acara ini membuktikan bahwa banyak orang butuh ruang aman untuk berbagi. “Kami melihat sendiri bagaimana para peserta akhirnya berani untuk terbuka dan menerima dukungan,” katanya.
Ketua panitia, Yanida, juga menyampaikan bahwa INCERTA bukan hanya acara tahunan biasa, tapi perjalanan emosional yang diharapkan bisa terus memberi dampak positif bagi lebih banyak orang.
Salah satu psikolog yang terlibat menyebutkan bahwa pendekatan yang digunakan sangat membantu peserta dalam mengelola perasaan mereka. Banyak peserta pun merasa lebih lega, merasa didengarkan, dan lebih semangat untuk menjalani hari-hari ke depan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan INCERTA #11 menjadi langkah kecil untuk memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi peserta untuk bercerita dan saling menguatkan satu sama lain melalui sesi diskusi dan kegiatan reflektif yang dipandu dengan professional
“Kalau tidak mendapatkan rumah ideal seperti yang kita harapkan, mari ciptakan rumah yang nyaman bagi diri sendiri, yang bisa dijadikan tempat pulang di kala hidup terasa pelik," jelas Rini Liana Dewi.(rel/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/INCERTA-HIMAPSI-FK-USK-2025.jpg)