Berita Bireuen

Peduli Anak SLB, Mahasiswa Pendidikan Khusus UMMAH Gelar Pengabdian Masyarakat

program ini juga menjadi bagian dari integrasi pembelajaran mahasiswa di luar kelas melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus (PKH) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UMMAH, Sabtu (21/6/2025) mengelar pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bireuen 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus (PKH) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH), Sabtu (21/6/2025) mengelar pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bireuen.

Humas UMMAH, Fohan Muzakir, M.Sos kepada Serambinews.com, mengatakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Tubuhku Milikku: Edukasi Perlindungan Diri untuk Anak Berkebutuhan Khusus”

Fohan Muzakir menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai perlindungan diri bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya dalam mengenali bagian tubuh pribadi.

Karena membedakan sentuhan yang aman dan tidak aman, serta membangun keberanian untuk mengungkapkan pengalaman yang tidak menyenangkan kepada orang dewasa yang dipercaya.

"Metode kegiatan dirancang sesuai dengan karakteristik dan kemampuan peserta didik, dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan berbagai media pembelajaran" ujar Fohan Muzakir.

Baca juga: Ini Jadwal Pertandingan Pra-PORA Cabor Sepakbola Grup B di Abdya

Ketua Panitia, Alfi Makrifatul Azizah MKes mengatakan bentuk kegiatan yang dilaksanakan diantaranya penyuluhan edukatif melalui presentasi powerpoint, pemutaran video edukatif, aktivitas mewarnai gambar tubuh manusia, dan penggunaan kartu bermain edukatif.

Alfi menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari integrasi pembelajaran mahasiswa di luar kelas melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang berdampak.

"Mahasiswa berperan aktif sebagai fasilitator sekaligus pendamping dalam setiap sesi interaktif, dengan tetap mengedepankan pendekatan empatik dan komunikatif " ungkap Alfi Makrifatul Azizah, M.Kes.

Alfi berharap anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh pemahaman dasar yang memadai mengenai konsep tubuh pribadi dan perlindungan diri, serta meningkatkan kapasitas guru dan lingkungan sekolah dalam mendukung pembelajaran terkait pendidikan kesehatan reproduksi dan perlindungan anak sejak dini.

"Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh berkomitmen untuk terus mengembangkan program pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan kelompok rentan dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan" pungkasnya. (*)

Baca juga: Bupati Bireuen Ajak MD KAHMI Bireuen Memajukan Kesenian dan Kebudayaan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved