Selasa, 7 April 2026

Berita Lifestyle

Mengenal Love Scamming, Modus Cinta Online yang Menjerat Staf Prabowo, Kenali Cara Pencegahannya

Kasus love scamming ini tidak hanya menimpa perempuan, tetapi juga laki-laki dari berbagai usia dan latar belakang. 

Penulis: Gina Zahrina | Editor: Saifullah
Dokumentasi Polisi via Kompas.com
PELAKU LOVE SCAMMING - MS, tersangka yang melakukan penipuan dengan modus love scamming kepada staf media pribadi Presiden Prabowo Subianto ditahan oleh Polda Banten, Jumat (12/6/2025). Maraknya penipuan bermodus cinta online tersebut membuat pengguna media sosial untuk lebih berhati-hati. 

Laporan Gina Zahrina

SERAMBINEWS.COM – Penipuan online yang menjerat seorang Staf Presiden Prabowo Subianto hingga korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah, membuat orang mulai mengulik apa itu ‘love scamming’.

Pasalnya, penipuan cinta atau love scamming yang terjadi secara online itu semakin meningkat akhir-akhir dan menjadi ancaman serius bagi pengguna internet. 

Kasus love scamming ini tidak hanya menimpa perempuan, tetapi juga laki-laki dari berbagai usia dan latar belakang. 

Hal ini seperti yang menimpa Staf Presiden Prabowo Subianto, Kani Dwi Haryani, hingga mengalami kerugian mencapai Rp 48 juta, akibat kasus love scamming oleh perempuan yang mengaku sebagai laki laki.

Psikolog Meity Arianty, STP, MPsi memberikan penjelasan, bahwa modus operandi pelaku love scamming biasanya dimulai dengan memberikan perhatian manis dan rayuan berlebihan kepada korban.

"Pelaku love scam biasanya membombardir korban dengan perhatian manis, lalu perlahan mulai meminta uang. Jadi, jangan mudah percaya, apalagi jika belum pernah bertemu langsung," ujar Meity saat diwawancarai oleh Kompas.com pada Jumat (20/6/2025).

Love scamming merupakan modus penipuan di mana pelaku berpura-pura menjalin hubungan asmara secara daring dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial dari korbannya.

Modus operandi biasanya dimulai dengan pelaku memberikan perhatian dan rayuan yang sangat manis dan intens, agar korban merasa spesial dan segera percaya.

Setelah kepercayaan korban terbentuk, pelaku perlahan mulai meminta bantuan uang atau informasi pribadi yang sangat sensitif.

Mengapa love scamming bisa terjadi?

Fenomena penipuan cinta online bisa terjadi karena adanya faktor kesepian, keinginan mencari kasih sayang, atau kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.

Di dunia maya, pelaku bisa dengan mudah menyembunyikan identitas asli dan memanipulasi perasaan korban lewat pesan atau video call.

Karena komunikasi tidak bertatap muka langsung, korban sering kali sulit mengenali tanda-tanda penipuan sejak awal.

Cara mencegah terjebak love scamming

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved