Senin, 13 April 2026

Video

VIDEO - Israel Kebobolan Terus! Rahasia Dua Teknologi Sistem Militer Terungkap!

Sebuah unit siber pro-perlawanan dilaporkan telah merilis dokumen rahasia yang mengungkap dua sistem militer canggih Israel.

Editor: Khusna Maulidia

SERAMBINEWS.COM - Sebuah unit siber pro-perlawanan dilaporkan telah merilis dokumen rahasia yang mengungkap dua sistem militer canggih Israel.

Front Dukungan Siber telah mengungkap dokumen yang terkait dengan dua produk militer utama Israel menyusul serangan siber yang ditargetkan.

Produk pertama adalah sistem pengintaian dan akuisisi target berbasis darat untuk serangan presisi jarak jauh bernama HattoriX.

Produk kedua adalah sistem rudal berpemandu presisi multi-platform generasi kelima yang dirancang untuk skenario pertempuran modern SPIKE-LR2.

Kedua sistem tersebut dikembangkan sebuah firma industri militer di Palestina yang diduduki Israel CR Casting/EXACT, berdasarkan kontrak dari Rafael dan Elbit Systems.

Menurut analis militer keamanan regional, sistem ini baru-baru ini dikerahkan dalam serangan rezim di Gaza, Lebanon, dan wilayah Iran, dilansir dari Tasnim News pada Kamis (26/6/2025).

Tasnim News menuliskan, dokumen tersebut diperoleh setelah Front Dukungan Siber menyusup ke infrastruktur industri CR Casting/EXACT, yang menyebabkan peretasan data skala penuh.

Operasi siber tersebut merupakan bagian dari serangan yang lebih luas untuk membongkar kompleks industri militer rezim Israel.

Baca juga: VIDEO - Hacker Tingkat Dewa Diduga Lumpuhkan Sistem Pertahanan Udara Terkuat Dunia, Iron Dome!

Unit siber CyberIsnaadFront sebelumnya juga dilaporkan telah mengganggu operasi di kontraktor untuk militer dan kementerian perang Israel, BenSimon Aluminium Industries.

CyberIsnaadFront melaporkan mereka menonaktifkan semua sistem operasional dan mencuri informasi sensitif terkait fasilitas strategis, termasuk yang digunakan oleh Unit 8200.

Data itu dilaporkan ditransfer ke unit rudal perlawanan untuk integrasi operasional.

Peretasan ini menyusul serangan sebelumnya terhadap Rafael, yang menyebabkan kegagalan fungsional pada sistem militer aktif.

Mengutip dari Tasnim News, para analis memperingatkan bahwa gelombang serangan siber akan segera terjadi karena kerentanan dalam jaringan pasokan rezim terus bermunculan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved