Konflik Rusia vs Ukraina
Serangan Rudal Iskander-M Rusia Menewaskan Komandan Brigade Ukraina, Begini Komentar Zelensky
Menurut pasukan pertahanan Ukraina selatan, Rusia menggunakan dua rudal balistik, kemungkinan besar rudal balistik jarak pendek Iskander-M.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Serangan Rudal Iskander-M Rusia Menewaskan Komandan Brigade Ukraina, Begini Komentar Zelensky
SERAMBINEWS.COM - Pada Selasa (1/7/2025) pagi waktu setempat, tentara Rusia melancarkan serangan rudal terhadap sasaran di desa Huliaipole, di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina tengah.
Dalam serangan Rusia tersebut menyebabkan kerusakan dan banyak korban, termasuk warga sipil dan personel militer.
Menurut pasukan pertahanan Ukraina selatan, Rusia menggunakan dua rudal balistik, kemungkinan besar rudal balistik jarak pendek Iskander-M.
Huliaipole, pemukiman praperang yang dihuni sekitar 1.200 orang, terletak di wilayah Dnipropetrovsk bagian barat, sekitar 70 kilometer dari garis depan.
Ledakan tersebut diyakini telah menghancurkan sebuah pusat budaya, dua toko, dan merusak beberapa rumah.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuntut penyelidikan dan menegaskan bahwa Kiev akan menanggapi setelah serangan rudal Rusia menewaskan seorang komandan brigade dan melukai puluhan lainnya.
Dalam pernyataan publiknya tadi malam, Zelensky mengonfirmasi bahwa Kolonel Serhiy Zakharevych, komandan Brigade Mekanik ke-110, tewas dalam serangan itu.
Sekitar 30 orang lainnya juga terluka dalam serangan Rusia ini.
"Hari ini, tim penyelamat membersihkan puing-puing di Huliaipole. Sayangnya, ada korban jiwa, termasuk warga sipil dan personel militer,”
“Kolonel Zakharevitch dan beberapa rekannya tewas. Belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan sahabat para korban," kata Zelensky.
Presiden Ukraina juga menegaskan bahwa Kiev akan mengambil tindakan balasan dan telah meminta penyelidikan.
Kolonel Serhiy Zakharevych lulus dari Akademi Militer Odessa dan memimpin peleton pengintaian di Brigade Mekanik ke-30 dan kemudian Brigade Tank ke-1.
Ia menjabat sebagai wakil komandan Brigade Mekanik ke-33 sebelum diangkat menjadi komandan Brigade Mekanik ke-110 pada Februari 2025.
Zakharevitch juga memainkan peran penting dalam pelatihan pasukan khusus Ukraina, memimpin unit pasukan khusus ke-47 dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan 3 kursus pelatihan khusus.
Staf Umum Ukraina menganggapnya sebagai perwakilan khas generasi perwira baru, yang tumbuh di medan perang dan menunjukkan keterampilan komando yang luar biasa.
AS Hentikan Pasokan Rudal dan Amunisi Ke Ukraina
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth telah memerintahkan penghentian pengiriman rudal dan amunisi ke Ukraina sementara Pentagon melakukan peninjauan terhadap persediaan militer negara itu.
Keputusan itu diambil di tengah menipisnya persediaan senjata AS setelah bertahun-tahun dukungan militer untuk Ukraina dan operasi di Timur Tengah, menurut NBC News.
Menurut sumber dari Departemen Pertahanan, Kongres dan pejabat yang berwenang, AS berhenti menyediakan Ukraina dengan sejumlah amunisi penting.
Adapun amunisi itu seperti puluhan rudal pencegat Patriot, ribuan peluru artileri 155 mm, lebih dari 100 rudal Hellfire, lebih dari 250 sistem rudal berpemandu presisi GMLRS, bersama dengan banyak rudal Stinger, rudal udara-ke-udara AIM dan peluncur granat.
"Keputusan ini dibuat untuk mengutamakan kepentingan Amerika, menyusul tinjauan yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan atas dukungan militer kami kepada negara-negara di seluruh dunia," kata juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly.
Ia menekankan “kekuatan militer AS tetap tidak perlu diragukan lagi, jika ada yang meragukannya, tanyakan saja pada Iran”.
Departemen Pertahanan AS belum memberikan komentar resmi terkait keputusan ini.
Pejabat pertahanan mengatakan senjata-senjata itu dapat tetap disimpan hingga peninjauan selesai.
Jika ternyata senjata-senjata itu persediaannya terbatas atau dibutuhkan di tempat-tempat penting lainnya di seluruh dunia, penyimpanan itu dapat diperpanjang.
Beberapa senjata disetujui di bawah pemerintahan Biden melalui dua mekanisme, Otoritas Penarikan Pasukan Presiden dan Prakarsa Bantuan Keamanan Ukraina.
Beberapa pengiriman telah dikirim ke wilayah tersebut tetapi belum dikirim ke Ukraina.
Dalam konferensi pers setelah pertemuan puncak NATO di Belanda minggu lalu, Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat dapat mengirim lebih banyak rudal Patriot ke Ukraina, tetapi mengatakan Washington juga membutuhkannya.
"Ukraina ingin memiliki lebih banyak rudal Patriot. Kita akan lihat apakah kita bisa mendapatkan beberapa di antaranya, tetapi sangat sulit untuk mendapatkannya karena kita sangat membutuhkannya," kata Trump.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
| Zelenskyy Marah ke Amerika Serikat soal Izin Rusia Jual Minyak |
|
|---|
| Rusia dan Ukraina Kembali Lancarkan Serangan Usai Gencatan Senjata Paskah |
|
|---|
| AS Cabut Sanksi Sementara untuk Minyak Rusia yang Tertahan di Laut, Berlaku 30 Hari |
|
|---|
| Rusia Luncurkan 420 Drone dan 39 Rudal ke Ukraina, Infrastruktur Energi Lumpuh, Puluhan Terluka |
|
|---|
| Jelang Negosiasi, Rusia Tembakkan 450 Drone dan 70 Rudal ke Ukraina, 10 Orang Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kolonel-Serhiy-Zakharevych-tewas-dalam-serangan-Rusia.jpg)