Kesehatan
Dr Boyke: 1000 Hari Pertama Kehidupan: Kunci Anak Sehat, Cerdas dan Terhindar dari Gangguan Perilaku
Periode 1000 hari pertama ini mencakup masa sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Dokter spesialis kandungan sekaligus seksolog, dr Boyke Dian Nugraha menekankan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan sebagai fase emas yang menentukan masa depan anak, baik secara fisik, mental, maupun perilaku.
Periode 1000 hari pertama kehidupan ini mencakup masa sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Deddy Corbuzier, dr Boyke awalnya menyoroti banyaknya anak yang mengalami perilaku menyimpang termasuk penyimpangan seksual saat ini.
Jika ditelusuri lebih jauh, semua itu bermula dari kurangnya kasih sayang orang tua.
Itu sebabnya, dr Boyke menganjurkan para orang tua agar lebih penuh dalam memberikan kasih sayang termasuk asupan gizi, semua dilakukan bukan sejak lahir tapi sejak masa kehamilan.
“Ini seperti efek bola salju,” kata dr Boyke. “Kalau dari awal ibu dan ayahnya bahagia, gizinya cukup, anaknya akan tumbuh sehat dan tidak menyimpang secara perilaku di masa depan," kata dr Boyke dikutip Serambinews.com, Jumat (4/7/2025).
Baca juga: dr Boyke Bongkar Fakta Mengejutkan: Anak Kurang Kasih Sayang Bisa Alami Penyimpangan Seksual!
Menurut dr Boyke, selama kehamilan ibu harus mendapat asupan gizi yang memadai, terutama zat besi, asam folat, vitamin A, protein, dan zinc. Zat-zat ini sangat penting untuk perkembangan otak dan organ tubuh janin.
Selain gizi, kesejahteraan emosional ibu dan dukungan dari suami juga sangat berperan.
Suami harus bisa memberikan motivasi dan dukungan emosional kepada istrinya agar terhindar dari stres selama kehamilan.
Setelah bayi lahir, ASI eksklusif selama 6 bulan adalah wajib. Ini penting untuk memberikan antibodi alami, nutrisi optimal, dan memperkuat ikatan emosional ibu dan anak.
Kemudian, 500 hari berikutnya adalah masa di mana anak mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). MPASI harus bergizi seimbang agar pertumbuhan anak tetap optimal.
Namun, dr Boyke menegaskan bahwa kasih sayang dan lingkungan emosional yang sehat sama pentingnya dengan nutrisi.
Baca juga: Anak SD Sudah Tiru Hal Dewasa, Deddy Corbuzier & dr Boyke: Saatnya Edukasi Seks Masuk Rumah &Sekolah
“Anak jangan dibully, jangan dibanding-bandingkan, jangan ada kekerasan. Kalau ini bisa dijaga, maka anak akan tumbuh sehat dan bahagia, besarnya nanti jauh dari penyimpangan,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan kurangnya kasih sayang, pelukan, dan perhatian dari orang tua dengan munculnya gangguan perilaku di masa dewasa, termasuk kecenderungan seksual menyimpang.
“Faktanya sekarang banyak anak dengan kelainan seksual, dan ini bisa berakar dari masa kecil yang kekurangan pelukan dan kasih sayang,” tuturnya.
Peran orang tua dalam memberikan nutrisi yang cukup dan lingkungan emosional yang sehat selama 1000 hari pertama kehidupan sangat krusial.
Dengan memberikan perhatian yang tepat sejak masa kehamilan, risiko gangguan perkembangan hingga perilaku menyimpang di masa dewasa dapat dicegah.
Baca juga: Kapan Waktu Berhubungan Intim Setelah Melahirkan? dr Boyke: Bisa Hamil Lagi Tanpa Menstruasi!
Anak SD Sudah Tiru Hal Dewasa, Deddy Corbuzier & dr Boyke: Saatnya Edukasi Seks Masuk Rumah &Sekolah
Fenomena mengejutkan mengenai anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mulai terlibat dalam perilaku dewasa menjadi perhatian serius dalam podcast yang dipandu oleh Deddy Corbuzier bersama dr Boyke Dian Nugraha, seorang dokter kandungan dan seksolog ternama di Indonesia.
Dalam podcast tersebut, keduanya membahas secara mendalam tentang kurangnya edukasi seksual, peran orang tua yang minim, hingga dampak negatif dari kemajuan teknologi yang tidak disertai kontrol dan pendampingan.
Pembahasan ini bermula di saat Deddy Corbuzier menyoroti anggapan di masyarakat yang masih belum bisa menerima pemberian edukasi seksual secara terang-terangan.
Banyak dari mereka beranggapan bahwa pemberian edukasi seksual seperti mengajarkan tentang "bagaimana melakukan".
Padahal menurut Deddy Corbuzier, edukasi seksual justru sebaliknya, yakni menjelaskan “mengapa sebaiknya tidak dilakukan” dan “apa risikonya jika dilakukan”. Ia menegaskan bahwa pembicaraan soal seks tidak seharusnya dianggap tabu.
“Edukasi seksual itu tentang pemahaman. Agar sebelum mereka melangkah, mereka tahu konsekuensinya. Bukan malah menghindar dari pembicaraan ini,” ujar Deddy dikutip Serambinews.com, Rabu (2/7/2025).
Dr Boyke lantas membenarkan pernyataan tersebut dan menjelaskan bahwa banyak anak usia SD yang melakukan hal dewasa karena tidak tahu apa yang mereka hadapi.
Mereka tidak pernah dibekali informasi yang benar dari orang tua maupun lingkungan pendidikan.
Sementara itu, paparan konten dewasa dari internet dan media sosial terus masuk tanpa filter, dan di saat bersamaan, mereka mulai mengalami pubertas.
“Hormon mereka sedang aktif-aktifnya, mereka sedang dalam proses eksplorasi. Tapi tanpa bimbingan yang tepat, mereka bisa salah arah,” jelas dr Boyke.
Grup WhatsApp Anak SMP Jadi Tempat Tukar Foto Tak Pantas
Dr Boyke kemudian menyoroti sebuah kasus nyata yang terjadi di salah satu sekolah tingkat SMP.
Dalam kasus ini, para siswa dan siswi tergabung dalam grup WhatsApp sekelas, yang berisi aktivitas saling tukar foto pribadi yang seharusnya tidak mereka lakukan.
“Ada anak perempuan yang disuruh buka bra, difoto, lalu dikirim ke grup kelas. Yang laki-laki memberi pujian, dan yang perempuan merasa senang karena mendapat perhatian,” ungkap dr Boyke.
Kasus ini menunjukkan bahwa sebagian anak melakukannya dengan kesadaran, namun bukan karena mereka mengerti dampaknya, melainkan karena ingin diakui dan dipuji. Mereka belum memahami bahwa jejak digital tidak pernah benar-benar hilang.
“Bayangkan jika suatu hari kalian menikah, lalu teman suami atau istri kalian punya foto lama itu. Bisa berbahaya,” sahut Deddy memperingatkan generasi muda.
dr Boyke menambahkan bahwa perilaku menyimpang pada anak-anak tidak muncul begitu saja.
Ia menjelaskan bahwa anak perempuan usia 12 tahun sudah mengalami menstruasi.
Ketika mereka mendapat pujian tentang fisiknya, mereka merasa dihargai. Tapi tanpa kontrol, itu bisa menjadi celah awal munculnya perilaku seksual yang belum saatnya.
“Anak-anak ini sedang mencari jati diri. Kalau di rumah tidak mendapat pelukan, perhatian, atau pujian, maka mereka akan mencarinya di luar. Ketika dipuji teman, mereka senang, lalu terjadi interaksi yang tidak sehat,” jelas dr Boyke.
Menurutnya, banyak faktor yang menyumbang terjadinya fenomena ini, mulai dari:
- Kurangnya pendidikan seks
- Ketidakhadiran orang tua di masa pertumbuhan
- Minimnya kasih sayang
- Ketimpangan budaya dan pendidikan
- Kemudahan akses teknologi tanpa pengawasan
- Gizi yang kurang optimal di masa awal pertumbuhan
1000 Hari Pertama Kehidupan: Kunci Cegah Penyimpangan Sejak Dini
Sebagai dokter kandungan, dr Boyke menegaskan bahwa pembentukan karakter anak dimulai jauh sebelum mereka lahir, yaitu sejak dalam kandungan.
“1000 hari pertama kehidupan, sejak kehamilan hingga usia dua tahun, itu sangat penting. Ibu harus cukup zat besi, folat, protein, zinc, dan mendapat dukungan dari suami. Setelah lahir, ASI wajib diberikan, lalu makanan tambahan yang sehat dan penuh kasih sayang,” tegasnya.
Ia menambahkan, dalam proses tumbuh kembang anak, tidak boleh ada kekerasan, perundungan atau perbandingan yang menyakitkan.
Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh cinta akan memiliki ketahanan mental yang baik dan tidak mudah mencari pengakuan dari luar secara negatif.
Begitu juga sebaliknya, anak yang tumbuh dengan bully, kekerasan hingga mendapat perbandingan akan rentan mengalami pelaku kejahatan seksual di kemudian hari.
(Serambinews.com/Firdha Ustin)
dr Boyke
Seksolog
Penyimpangan Seksual
1000 Hari Pertama Kehidupan
anak sehat
Cerdas
Gangguan Perilaku
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| Ini Bahaya Obat Diabetes Dipakai untuk Diet Instan |
|
|---|
| Masuk Usia 50 Tahun? Ini 7 Tips Kardio Agar Jantung Tetap Sehat |
|
|---|
| Diabetes di Indonesia Bak Gunung Es, Jutaan Orang Belum Terdeteksi |
|
|---|
| 4 Cara Mengatasi Bau Kaki, Ampuh Hilangkan Bau Tak Sedap dan Tingkatkan Percaya Diri |
|
|---|
| 10 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan, Bisa Turunkan Kolesterol hingga Jaga Imun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-boyke-dan-deddy-corbuzier.jpg)