Berita Banda Aceh
Kabel Dicuri, Lampu Jembatan Lamnyong Banda Aceh Padam, Anggota DPRK Devi Yunita Minta Diusut
Usut punya usut, ternyata kabel lampu penerang jembatan Lamnyong, Banda Aceh itu diduga telah dicuri.
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Mursal Ismail
Usut punya usut, ternyata kabel lampu penerang jembatan Lamnyong, Banda Aceh itu diduga telah dicuri.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPRK Banda Aceh, Hj Devi Yunita ST, menerima laporan masyarakat terkait padamnya lampu penerang di jembatan Lamnyong.
Usut punya usut, ternyata kabel lampu penerang jembatan Lamnyong, Banda Aceh itu diduga telah dicuri.
“Kita merasa prihatin dengan kondisi ini. Tim saya sudah mengecek di lapangan ternyata kabel di dalam tiang sudah diambil.
Lebih kurang ada 700 meter kabel di atas jembatan Lamnyong. Kita minta pihak terkait untuk mengusutnya,” kata Devi pada Sabtu (5/7/2025).
Ia menyatakan semua pihak bertanggung jawab untuk menjaga fasilitas umum.
Apalagi lampu penerang jalan atau jembatan yang sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan ataupun perampokan.
Baca juga: 66 Guru PAUD di Nagan Raya Ikuti Diklat Lanjutan, Ini Pesan Cut Inda Ratna Safriati TR Keumangan
Devi menjelaskan, jembatan Lamnyong merupakan salah satu ruas utama yang ramai dilewati masyarakat dan mahasiswa yang kuliah di sejumlah kampus di kawasan Darussalam, baik UIN Ar Raniry, Universitas Syiah Kuala (USK) dan kampus lain.
Menurut Devi, lampu penerang jembatan penting diperbaiki segera agar pengendara merasa aman dan nyaman saat melintas pada malam hari.
Selain itu, di beberapa titik sambungan jembatan Lamnyong juga berlubang sehingga membahayakan pengguna jalan
Karena itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mendesak dinas terkait untuk segera memperbaiki lampu penerang jembatan sekaligus lubang pada sambungan jembatan agar tidak terjadi kecelakaan.
Selain menyorot gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Devi yang juga Sekretaris Komisi I DPRK Banda Aceh ini juga menyinggung persoalan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kian menjamur di Banda Aceh.
Ia meminta pemerintah kota (pemko) untuk melakukan penertiban secara tegas, agar persoalan ini tidak lagi berulang.
Baca juga: Meriahnya Bazar Muharram Dayah MUDI Samalanga Bireuen, Nagasaki Pancake Ala Bolu Jepang Diburu
Hal ini perlu dilakukan karena Banda Aceh adalah wajah dari Provinsi Aceh. Ia menyakini, persoalan gepeng ada yang mengoordinir.
“Kita akui bahwa Satpol PP selama ini rutin melakukan penertiban gepeng, tapi mereka kembali muncul.
Kita berharap ke depan ada tindakan tegas dari pemko agar gepeng tidak kembali menghiasi Banda Aceh,” ujarnya.(*)
Kadisdik Aceh dan Kakanwil Kemenag Perkuat Kebiasaan Membaca Qur’an di MAN Model & SMAN 3 Banda Aceh |
![]() |
---|
Perjuangan Terhenti, Jenazah Cahaya, Balita Bocor Jantung Diantar ke Meulaboh |
![]() |
---|
Tari Ratoh Jaroe Sambut Kedatangan Delegasi Dunia di Pelabuhan Ulee Lheue |
![]() |
---|
Ajang Debat Pelajar LDBI 2025 Dibuka, Kadisdik Aceh Ajak Siswa Tingkatkan Literasi & Berpikir Kritis |
![]() |
---|
Harga Beras di Banda Aceh Mulai Turun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.