Sabang
Direktur RSUD Sabang Bungkam Soal Realisasi PAD yang Rendah, Media Sulit Dapat Konfirmasi
Yang menjadi perhatian, ini bukan pertama kalinya media mengalami kesulitan untuk memperoleh tanggapan dari pimpinan RSUD Sabang...
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG – Di tengah sorotan publik terhadap rendahnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sabang, manajemen rumah sakit hingga kini belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi kepada media.
Direktur RSUD Kota Sabang, dr Cut Meutia AisywanI, Sp.A.,M.Si.Med, juga belum merespons permintaan konfirmasi yang dilayangkan Serambinews.com melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp. Pesan yang dikirimkan sejak beberapa hari terakhir tidak mendapatkan balasan, padahal konfirmasi tersebut menyangkut kinerja instansi yang dipimpinnya.
Yang menjadi perhatian, ini bukan pertama kalinya media mengalami kesulitan untuk memperoleh tanggapan dari pimpinan RSUD Sabang. Dalam beberapa isu strategis sebelumnya, baik terkait pelayanan maupun pengelolaan anggaran, pihak rumah sakit juga kerap kali tidak memberikan respons meskipun telah dihubungi secara resmi oleh awak media.
Minimnya keterbukaan dari pihak RSUD Sabang menimbulkan kesan bahwa manajemen rumah sakit enggan membangun komunikasi publik yang sehat, terlebih menyangkut isu-isu penting yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Padahal sebagai institusi layanan kesehatan milik daerah, RSUD memiliki tanggung jawab untuk menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ketika capaian PAD RSUD menjadi sorotan karena realisasinya yang baru mencapai 26,20 persen di pertengahan tahun 2025, publik tentu berhak tahu apa penyebabnya dan bagaimana strategi ke depan yang akan diambil oleh pihak manajemen.
Ketiadaan klarifikasi dari manajemen RSUD justru memperbesar ruang spekulasi di masyarakat, dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga pelayanan kesehatan tersebut.
Transparansi informasi, terlebih dalam hal yang menyangkut pengelolaan anggaran publik, adalah bagian dari upaya membangun kepercayaan dan menjaga integritas institusi pemerintah.
Masyarakat berharap, ke depan pihak RSUD Sabang bisa lebih terbuka terhadap media, bukan hanya saat ada pencapaian positif, tapi juga ketika menghadapi tantangan. Sebab keterbukaan bukan hanya soal menjawab pertanyaan, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral kepada publik sebagai pemilik sah dari setiap layanan dan anggaran yang dikelola.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/RSUD-Sabang-tampak-dari-depan.jpg)