Selasa, 19 Mei 2026

Pidie

Hadiri Pengukuhan Pimpinan Dayah NURA Pidie, Ini Pesan Ulama Kharismatik Aceh Abu MUDI

Kegiatan itu dihadiri sejumlah ulama dari berbagai wilayah, tokoh masyarakat, alumni, wali santri hingga keluarga besar...

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Eddy Fitriadi
FOR SERAMBINEWS.COM
PENGUKUHAN - Pimpinan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Abu Syaikh H Hasanoel Bashry HG atau akrab disapa Abu MUDI, menghadiri pengukuhan pimpinan Dayah NURA, Dr Tgk Muttaqien, di Tijue, Kabupaten Pidie, Minggu (6/7/2025). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Pimpinan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Abu Syaikh H Hasanoel Bashry HG atau akrab disapa Abu MUDI, menghadiri pengukuhan pimpinan Dayah YPI Nurur Rasyad Al-Aziziyah atau NURA, Dr Tgk Muttaqien MA.

Untuk diketahui, Dr Tgk Muttaqien, dikukuhkan Pimpinan Dayah NURA, setelah Waled Rasyidin Ahmad, dipanggil menghadap Allah SWT. 

Pengukuhan tersebut dilaksanakan di kompleks Dayah NURA Tijue, Kabupaten Pidie, Minggu (6/7/2025).

Kegiatan itu dihadiri sejumlah ulama dari berbagai wilayah, tokoh masyarakat, alumni, wali santri hingga keluarga besar almarhum Waled Rasyidin Ahmad. 

Suasana pengukuhan pimpinan baru Dayah YPI NURA penuh khidmat. Awan menggantung di langit biru, berubah mendung hingga hujan rintik turun, saat prosesi peusijuek dimulai. 

Selain itu, doa peusijuek yang dibaca Abu MUDI bersamaan bacaan shalawat jama’ah, tentunya menyatu menjadi satu momen penting, penyerahan estafet kepemimpinan Dayah NURA

Pengangkatan pimpinan baru mengacu pada Surat Keputusan Ketua YPI NURA Nomor: 89/NURA/VII/2025, yang dibacakan Ketua Yayasan, Tgk. Husnul Mubarak bin Rasyidin bin Ahmad. 

Dalam keputusan itu, Dr Tgk Muttaqien, MA, diberi mandat penuh untuk memimpin dan mengelola seluruh administrasi, akademik dan kemasyarakatan Dayah NURA.

"Pentingnya menjaga kesinambungan warisan ulama, memperkuat akhlak, dan melakukan inovasi dalam pendidikan dayah untuk menghadapi dinamika zaman dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman," kata Abu MUDI, antara lain dalam tausiah disela-sela pengukuhan di Dayah NURA Tijue, Minggu (6/7/2025). 

Dikatakan, dayah menjadi besar bukan karena bangunan atau jumlah santrinya, namun karena adab, ilmu, dan keistiqamah pemimpin. 

Pimpinan Daya NURA, Dr Tgk Muttaqien, Minggu (6/7/2025) mengungkapkan, rasa haru dan kerendahan hati atas amanah besar yang diemban:

"Saya berdiri di sini bukan karena merasa layak menggantikan sosok besar almarhum Waled Rasyidin Ahmad. Sebaliknya, saya merasa belum mampu. Namun, perjuangan ini tidak boleh berhenti," ujarnya. 

Dikatakan, warisan dakwah dan ilmu Waled harus terus dilanjutkan, agar cahaya ini tidak padam di tengah jalan.

Dikatakan, komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi dan memperkuat hubungan dengan alumni, masyarakat, dan lembaga pendidikan Islam lainnya, guna mewujudkan visi dayah yang mandiri dan berkemajuan.

“Saya mohon doa dan dukungan dari semua pihak. Tanpa itu, langkah ini akan berat. Semoga Allah memberi kekuatan untuk menjalankan amanah ini, sekaligus menjadikan Dayah NURA terus tumbuh sebagai pelita ilmu dan ketakwaan bagi umat," pungkasnya.

Kegiatan itu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin, Waled Abubakar Beureunuen, wali santri NURA.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved