Rabu, 6 Mei 2026

Berita Aceh Tengah

PANAS, Pegunungan Kalang Rawe Aceh Tengah Terbakar, 10 Hektare Lahan Hangus

“Cuaca panas dan angin membuat api cepat merambat ke wilayah lain. Ini sudah beberapa kali terjadi selama musim kemarau.” AMRI, Seorang Warga

Tayang:
Editor: mufti
IST
PADAMKAN API - Personel Polsek Kutapanjang, Gayo Lues, bersama warga berupaya memadamkan api yang membakar lahan pinus dan serai wangi, di kawasan Uning Utung, Desa Tingkem, Kecamatan Blangjerango, Minggu (6/7/2026). 

“Cuaca panas dan angin membuat api cepat merambat ke wilayah lain. Ini sudah beberapa kali terjadi selama musim kemarau.” AMRI, Seorang Warga

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Aceh Tengah. Kali ini, kebakaran melanda kawasan Pegunungan Kampung Kalang Rawe, Kecamatan Lut Tawar. Akibat peristiwa itu, lahan sekitar 10 hektare hangus terbakar.

Kebakaran pertama kali terpantau pada Sabtu (5/7/2025) sore oleh seorang warga bernama Amri (40). Ia melihat kobaran api mulai membakar semak-semak di area pegunungan. Api dengan cepat menyebar akibat cuaca panas dan tiupan angin kencang.

“Cuaca panas dan angin membuat api cepat merambat ke wilayah lain. Ini sudah beberapa kali terjadi selama musim kemarau,” ujarnya.

Musim kemarau yang melanda wilayah Aceh Tengah sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan meningkatnya risiko kebakaran. Sepanjang musim kemarau tahun ini, tercatat sudah beberapa kali terjadi kebakaran di kawasan pegunungan dan lahan kering di sekitaran danau Lut Tawar.

Akses medan yang sulit, turut menyulitkan proses pemadaman karena berada di pegunungan yang tidak memiliki akses kendaraan. Hingga Minggu (6/7/2025), kobaran api masih terjadi di lokasi tersebut, upaya pemadaman pun terlihat belum dilakukan.

Lahan pinus terbakar

Kebakaran lahan juga terjadi di Gayo Lues. Kali ini lahan pinus dan tanaman serai wangi di kawasan perkebunan Uning Utung, Desa Tingkem, Kecamatan Blangjerango, dilalap sijago merah, Minggu (5/7/2025) sekira pukul 10.00 WIB.

Personel Polsek Kutapanjang bersama Kapospol Blangjerango dan warga, melakukan upaya pemadaman kebakaran secara manual. Polisi bersama warga menggunakan cangkul untuk mencegah kobaran api meluas.

Akibat kebakaran itu, beberapa hektare lahan warga ditanami serai wangi dan hutan pinus hangus. "Upaya pemadaman kebakaran terus dilakukan secara manual oleh personel Kepolisian dan warga,” kata Udin, warga setempat, Minggu (6/7/2025).

Kapolsek Kutapanjang, Iptu Darwandi, mengatakan, kebakaran kembali menimpa lahan perkebunan warga. Kekeringan akibat kemarau panjang menjadi penyebab terjadi kebakaran lahan di kawasan itu.

"Aparat Kepolisian menggunakan metode pemadaman secara manual bersama warga dengan menggunakan peralatan cangkul. Hal itu  untuk mencegah kebakaran meluas dan menghindari kerusakan yang lebih parah," kata Kapolsek.

Stop karhutla

Sementara itu, personel Polres Bener Meriah terus menggiatkan sosialisasi mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sosialiasi tersebut dilakukan dalam bentuk patroli yang masuk ke pelosok-pelosok perumahan warga serta menempelkan sejumlah spanduk imbauan stop karhutla.

Seperti yang dilakukan oleh personel Bhabinkamtibmas dari Polsek Bukit, yang melakukan sosialisasi di Kampung Panji Mulia I, Kampung Meluem, serta Kampung Panji Mulia II Kecamatan Bukit, Sabtu (5/7/2025).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved