Jumat, 22 Mei 2026

Berita Bireuen

Waspada, Ini Sejumlah Cara Mencegah Kebakaran, Kalak BPBD Bireuen Imbau Masyarakat Hati-hati

langkah mencegah kebakaran antara lain saat bepergian  jangan meninggalkan sumber api seperti kompor, lampu minyak tanah dalam keadaan hidup

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
IST
KEBAKARAN - Kebakaran lahan di kawasan Gampong Baro, Peusangan Bireuen, Senin (7/7/2025). 

langkah mencegah kebakaran antara lain saat bepergian  jangan meninggalkan sumber api seperti kompor, lampu minyak tanah dalam keadaan hidup

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejak awal Juni hingga minggu pertama Juli 2025 terjadi belasan kali musibah kebakaran di Bireuen.

Dari jumlah itu umumnya lahan atau semak belukar terbakar, Damkar Bireuen berusaha semampu mungkin memadamkan api.

Kalak BPBD Bireuen, Afwadi BA mengharapkan kepedulian perangkat
desa dan masyarakat dalam hal membakar sampah atau membakar semak belukar.

Karena katanya, sejak awal Juni lalu hingga Senin (7/7/2025) beberapa kali terjadi kebakaran lahan kosong, semak belukar yang berlokasi tidak jauh dari rumah warga.

Bahkan, pada Senin (7/7/2025) terjadi kebakaran lahan di empat lokasi terpisah, tiga di Peusangan dan satu di Jeumpa. 

Dari sejumlah lahan terbakar katanya, umumnya terjadi di lokasi hampir berdekatan seperti di kawasan Paya Cut Peusangan dan Paya Meuneng kerap terjadi musibah kebakaran lahan.

Sedangkan sumber api keterangan diperoleh anggota Damkar saat
memadamkan api ada yang menyebutkan awalnya membakar sampah, karena lalai api membesar.

Ada juga yang membakar lahan ditinggalkan begitu api akhirnya api merambat ke lahan lainnya, api membesar.

Melihat berbagai musibah kebakaran kata Afwadi sangat mengharapkan kepedulian perangkat desa untuk menghimbau warganya agar tidak sembarangan saat membakar sampah atau lahan.

“Khawatir terjadi musibah besar, apalagi berdekatan dengan rumah warga api tidak bisa dikendalikan, ketika api dari lahan meluas menyebabkan rumah terbakar dipastikan tim akan menyelidiki.

Kebakaran lahan saja diselidiki apalagi sudah menimpa
rumah warga,” ujarnya. 

Petugas damkar katanya memang selalu siaga baik di Kutablang, Pos utama Bireuen maupun Pos Simpang Mamplam, namun terlambat informasi dan jarak tempuh mencapai puluhan kilometer api tidak segera dapat dipadamkan.

“Dalam hal mengharapkan perangkat desa mengimbau warganya untuk tidak sembarangan saat membakar sampah atau lahan. Pastikan api padam baru tinggalkan lokasi,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved