Sabang

Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sabang-Banda Aceh, BMKG Imbau Nelayan Tak Abaikan Pasang Surut

Kecepatan angin di perairan tersebut diperkirakan berkisar antara 10 hingga 20 knot, yang cukup berpengaruh terhadap...

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Eddy Fitriadi
Dok BMKG Sabang
PASANG SURUT - Grafik prakiraan cuaca perairan dan pasang surut Sabang - Banda Aceh pada 9 Juli 2025 yang dirilis oleh BMKG Maimun Saleh Sabang. Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sabang-Banda Aceh, BMKG Imbau Nelayan Tak Abaikan Pasang Surut. 

Laporan Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Perairan Sabang - Banda Aceh diprediksi akan mengalami gelombang tinggi disertai pasang surut laut yang signifikan pada Rabu, 9 Juli 2025. Berdasarkan prakiraan dari Stasiun Meteorologi BMKG Maimun Saleh Sabang, tinggi gelombang laut dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter dengan kondisi cuaca berawan tebal dan angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya.

Kecepatan angin di perairan tersebut diperkirakan berkisar antara 10 hingga 20 knot, yang cukup berpengaruh terhadap tinggi gelombang laut dan keselamatan pelayaran.

BMKG mencatat empat fase pasang surut air laut yang terjadi pada hari tersebut:
- Pasang surut pertama terjadi pukul 00.00–01.00 WIB dengan ketinggian 0,8 meter.
- Pasang naik pertama terjadi pukul 07.00–08.00 WIB dengan ketinggian mencapai 1,2 meter.
- Pasang surut kedua terjadi pukul 14.00–15.00 WIB dengan ketinggian 0,6 meter.
- Pasang naik kedua terjadi pukul 20.00–21.00 WIB dengan ketinggian 1 meter.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Maimun Saleh Sabang, Teguh Suprapto, mengatakan bahwa kondisi cuaca dan pasang surut tersebut harus menjadi perhatian serius bagi pelaku aktivitas kelautan.

“Gelombang tinggi yang dipicu oleh angin kencang dari arah selatan hingga barat daya, ditambah pasang naik yang cukup signifikan di pagi dan malam hari, bisa membahayakan kapal - kapal kecil dan nelayan tradisional. Kami imbau agar masyarakat pesisir dan pelaut memperhatikan waktu pasang dan surut sebelum berlayar,” jelas Teguh.

Ia juga mengingatkan agar para pelaku pelayaran dan wisata bahari tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca dan gelombang laut tidak mendukung, demi keselamatan bersama.

BMKG merekomendasikan agar nelayan dan operator kapal penyeberangan rutin memantau informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG atau layanan informasi cuaca setempat.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved