Perbandingan Kekuatan Militer Taiwan vs China, Mampukah Bertahan Jika Diserang China?
China secara rutin mengirimkan pesawat tempur yang melintasi garis tengah Selat Taiwan, yang berfungsi sebagai batas de facto antara kedua pihak.
China: 40
Taiwan: 50
Ketergantungan pada Amerika Serikat
Menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), sejak 1950 Taiwan telah menerima ekspor senjata dari berbagai negara seperti Kanada, Prancis, Jerman, Israel, dan Inggris.
Namun, menurut moderndiplomacy.eu, hubungan pertahanan Taiwan dengan Amerika Serikat yang paling menonjol, baik dari segi skala maupun kontinuitas.
AS telah menyalurkan bantuan persenjataan ke Taiwan hampir setiap tahun selama lebih dari tujuh dekade, kecuali pada 1950 dan 2009.
Sejak 2008 saja, AS telah menjual senjata senilai lebih dari 24 miliar dolar AS ke Taiwan, termasuk jet tempur, tank, dan sistem rudal.
Laporan dari Strategic Defence Intelligence (SDI) menunjukkan bahwa 98 persen impor pertahanan Taiwan berasal dari Amerika Serikat.
Amerika Serikat menegaskan komitmennya terhadap keamanan Taiwan melalui berbagai skema bantuan, seperti Pendanaan Militer Asing (FMF), Otoritas Penarikan Pasukan Presiden (PDA) dan Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional (IMET).
Namun, terjadi perubahan di bawah pemerintahan Donald Trump.
Selama kampanye kepresidenannya, Trump mendesak Taiwan untuk menanggung lebih banyak tanggung jawab atas pertahanannya sendiri.
Trump bahkan menyarankan agar Taiwan meningkatkan anggaran pertahanannya hingga 10?ri Produk Domestik Bruto (PDB).
Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Cho Jung-tai menyatakan di hadapan legislatif bahwa kenaikan anggaran sebesar itu tidak layak secara fiskal.
Ketergantungan Taiwan pada penjualan senjata AS yang dilandasi Undang-Undang Hubungan Taiwan tahun 1979 terbukti krusial, tetapi juga menghadirkan masalah.
Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah tunggakan senilai 19 miliar dolar AS dalam pengiriman sistem persenjataan dari AS, yang memperlambat proses modernisasi militer Taiwan.
Penundaan tersebut sebagian disebabkan oleh gangguan rantai pasokan global serta hambatan birokrasi dalam sistem pengadaan pertahanan AS.
Modernisasi pertahanan Taiwan juga dihambat oleh berbagai tantangan domestik, seperti, terbatasnya uji coba tempur pada sistem senjata utama, tidak adanya teknologi siluman pada beberapa platform, hingga ketergantungan tinggi terhadap material tanah jarang dari China.
Selain itu, pelatihan lintas matra di kalangan militer Taiwan juga masih tergolong minim.
Kurangnya operasi gabungan dan latihan antar-angkatan menyebabkan kekompakan dan efektivitas militer secara keseluruhan belum optimal.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kekuatan Militer Taiwan, Bisakah Bertahan Jika China Menginvasi?
| Kadis Terima Study Tour TK Putra Calang ke PUPR Aceh Jaya Perkenalkan Dunia Infrastruktur Sejak Dini |
|
|---|
| HMI & Kohati Cabang Blangpidie Gelar Konferensi dan Musyawarah VI |
|
|---|
| Pemkab Aceh Tamiang Serahkan Data Korban Banjir ke Kemensos, Sasar Pemulihan Ekonomi |
|
|---|
| Aceh Tamiang Serahkan Data Korban Banjir ke Kemensos, Mulai Menyasar Pemulihan Ekonomi |
|
|---|
| Gol Garudayaksa Menit Ke-102 Buyarkan Kemenangan Persiraja, Begini Jalannya Laga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/LATIHAN-MILITER-TAIWAN.jpg)