Sabtu, 9 Mei 2026

Pelayaran

Meski Angin Kencang, Aktivitas Pelayaran Banda Aceh-Sabang Berjalan Normal

Husaini juga menyebut, bahwa kondisi angin dan ketinggian gelombang di perairan Banda Aceh-Sabang saat ini masih dalam kategori normal,

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
UPTD PELABUHAN – Kepala UPTD Penyelenggaraan Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I Aceh, Husaini, mengatakan keberangkatan kapal Ferry dan kapal cepat rute Banda Aceh-Sabang dan sebaliknya berjalan normal meski dilanda angin kencang, Sabtu (12/7/2025). 

Husaini juga menyebut, bahwa kondisi angin dan ketinggian gelombang di perairan Banda Aceh-Sabang saat ini masih dalam kategori normal,

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sejak beberapa hari terakhir angin kencang melanda wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.

Namun kondisi ini tidak mengganggu pelayaran dari Banda Aceh-Sabang maupun sebaliknya. 

“Sampai dengan saat ini baik kapal cepat maupun Roro tetap berlayar sesuai dgn jadwal. Bada pembatalan jadwal,” kata Husaini kepada Serambinews.com, Sabtu (12/7/2025). 

Husaini juga menyebut, bahwa kondisi angin dan ketinggian gelombang di perairan Banda Aceh-Sabang saat ini masih dalam kategori normal, serta tidak mengganggu laju kapal. 

“Ketinggian gelombang masih dalam katagori normal yaitu 1,25 hingg 2 meter.

Baca juga: Cuaca Buruk, Wings Air Gagal Mendarat di Bandara Lasikin Simeulue

Kecepatan angin 25 knot dengan arah angin dari barat daya-barat,” jelasnya. 

Seperti diketahui, kapal Ferry yang dioperasikan untuk melayani penyeberangan Ulee Lheue - Balohan dan sebaliknya yaitu kapal KMP Aceh Hebat 2 dan KMP BRR, yang masing-masing berlayar empat trip dari Banda Aceh dan dari Sabang.

Dari kedua arah tersebut, kapal ini memiliki jadwal yang sama, yaitu berangkat sejak pukul 08:00 WIB, 11:00 WIB, 14:00 WIB, dan terakhir pukul 17:00 WIB. 

Sedangkan pelayaran kapal cepat dilayani oleh kapal Express Bahari 2C, Express Bahari 2F, dan Express Bahari 5F, dan Express Cantika 89.

Kapal cepat ini berlayar masing-masing tiga trip dari kedua arah, yakni dari Banda Aceh pukul 08:00 WIB, 10:00 WIB, dan 16:30 WIB, serta dari Sabang pukul 08:00 WIB, 14:30 WIB, dan 16:30 WIB.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh memprediksi gelombang laut di sejumlah perairan Aceh berpotensi mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter pada 11-14 Juli 2025.

Prakirawan BMKG SIM, Miftahul Jannah, mengatakan potensi gelombang laut setinggi empat meter tersebut berpeluang terjadi di Perairan Sabang-Banda Aceh dan perairan Aceh Besar-Meulaboh (Aceh Barat). 

“Untuk kapal ferry penyeberangan Banda Aceh-Sabang masih termasuk dalam kategori aman, namun perlu diwaspadai apabila ada potensi pertumbuhan awan hujan dan angin kencang untuk tetap berhati-hati,” kata Miftahul.

Ia menyebut, potensi gelombang setinggi 1,25-2,5 meter juga berpeluang terjadi di perairan Aceh Singkil-Pulau Banyak, perairan Aceh Barat Daya-Simeulue, perairan Selatan Simeulue, dan perairan Utara Pidie Jaya-Aceh Besar

Ia menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antarana karena adanya daerah belokan angin dan konvergensi, serta kondisi suhu muka laut yang hangat di Perairan Utara dan Timur Aceh dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa nap air). 

“Beberapa kondisi tersebut dan juga faktor lokal berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Provinsi Aceh,” ujarnya. (*)

Baca juga: Hiace Tabrakan dengan Fuso di Simpang Leubu Makmur Bireuen, Supir dan 5 Penumpang Luka-Luka

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved