Senin, 13 April 2026

Berita Lhokseumawe

Dewan: Irigasi Blang Buloh Lhokseunawe yang Jebol Harus Ditangani Provinsi

"Dana perbaikan memang sangat besar. Dengan kondisi keuangan Pemko saat ini, sudah seharusnya perbaikan irigasi tersebut ditangani provinisi,

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
For serambinews.com
Sekretaris Komisi A DPRK Lhokseumawe, Sayed Fakhri. 

"Dana perbaikan memang sangat besar. Dengan kondisi keuangan Pemko saat ini, sudah seharusnya perbaikan irigasi tersebut ditangani provinisi, melalui Balai Sumber Daya Air," katanya.

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Irigasi yang terletak di Desa Blang Buloh, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe telah jebol dan patah.

Eksesnya, suplai air ke 98 haktere sawah di gampong tersebut terganggung. 

Bahkan dilaporkan sudah dua bulan ini petani di Blang Buloh tidak bisa menggarap sawahnya akibat kekurangan air.

Sehingga pihak DPRK Lhokseumawe menilai, pihak provinsi harus turun tangan untuk proses perbaikan.

Sekretaris Komisi A DPRK Lhokseumawe Sayed Fakhri, Senin (14/7/2025), mengakui beberapa hari lalu kalau dirinya sudah mendapatkan laporan tentang irigasi Blang Buloh yang rusak parah.

Sehingga politisi PNA tersebut langsung turun ke lokasi. 

Namun, menurut Said Fakhri yang juga merupakan mantan konsultan tersebut, kebutuhan dana untuk perbaikan irigasi Blang Buloh sangat besar.

"Perkiraan awal mencapai Rp 15 miliar," katanya.

Sayed Fakhri juga mengaku, sudah berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk bisa segara dicarikan solusi. 

"Dana perbaikan memang sangat besar. Dengan kondisi keuangan Pemko saat ini, sudah seharusnya perbaikan irigasi tersebut ditangani provinisi, melalui Balai Sumber Daya Air," katanya.

Sehingga diharapkan Pemko Lhokseumawe melalui dinas terkait, agar bisa segera mengajukan pernohonan perbaikan ke pihak provinsi, agar irigasi bisa segrra berfungsi.

"Petani pun bisa segera bercocok tanam kembali," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Peutuha Peut Desa Blang Buloh, Jahidin YS, menjelaskan, irigasi tersebut dibangun 48 tahun lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved