Perang Gaza
Israel Bayar Tinggi Kontraktor Hancurkan Bangunan di Gaza
Mereka mengklaim bangunan-bangunan diratakan hanya ketika bangunan-bangunan
SERAMBINEWS.COM - Penjelasan resmi dari pasukan pendudukan Israel (IOF) untuk menghancurkan rumah-rumah di Jalur Gaza adalah bahwa pekerjaan mesin berat dilakukan secara ketat untuk tujuan operasional.
Mereka mengklaim bangunan-bangunan diratakan hanya ketika bangunan-bangunan tersebut menimbulkan ancaman bagi tentara atau menghalangi pergerakan kendaraan militer.
Namun, sistem pembayaran untuk operator buldoser dan ekskavator bekerja di Gaza menunjukkan sebaliknya.
Menurut editorial surat kabar Israel Haaretz, militer menawarkan kontraktor 2.500 shekel (sekitar $ 750) untuk menghancurkan bangunan setinggi tiga lantai dan 5.000 shekel untuk struktur yang lebih tinggi.
Skema pembayaran ini jelas memberikan insentif kepada kontraktor untuk menghancurkan sebanyak mungkin bangunan, secepat mungkin, sesuatu yang sulit untuk diselaraskan dengan klaim bahwa tindakan ini murni didasarkan pada kebutuhan militer.
Selain itu, operator dibayar setiap hari atau bulanan, seringkali menghasilkan penghasilan yang jauh lebih besar dibandingkan pekerjaan serupa di "Israel", dan beberapa di antaranya dilaporkan menghasilkan hingga 30.000 shekel per bulan.
Upah yang tinggi ini dimaksudkan untuk mengkompensasi kondisi berbahaya yang menghalangi banyak orang untuk bekerja di Gaza.(*)
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gaza-7383jk.jpg)