Minggu, 26 April 2026

Video

VIDEO - Budidaya Black Bass di Air Payau Danau Anak Laut Aceh Singkil 

Budidaya black bass yang dilakukan Afdal simbiosis mutualisme dengan bisnis rumah makan yang dikelola keluarganya. 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: m anshar

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kisah inspiratif dapat dipetik dari pengalaman Afdal penduduk Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil

Ia berhasil manfaatkan ikan rucah sebagai pakan budidaya black bass atau ikan kakap hitam yang dalam bahasa lokal disebut nawi di air payau Danau Anak Laut. 

Hanya dalam waktu tiga sampai empat bulan ikan laut yang dibudidayakannya sudah bisa dipanen. 

Ikan tersebut dibeli dari nelayan dengan harga Rp 5.000 per ekor kira-kira seukuran 1 sampai 2 ons. Lalu ditaruh dalam keramba yang dipasang di dekat pondok terapung rumah makan Kiniko Kafe di Danau Anak Laut. 

Selang tiga sampai empat bulan dengan diberi makan rutin ikan rucah, sudah bisa dipanen dengan bobot 5 ons atau setengah kilogram. Harganya naik berkali lipat, menjadi Rp 60 ribu per kilogram atau Rp 30 ribu per ekornya. 

Uniknya bibit ikan balck bass ditangkap di laut, namun dapat hidup sehat di danau Anak Laut, yang airnya payau. 

Budidaya black bass yang dilakukan Afdal simbiosis mutualisme dengan bisnis rumah makan yang dikelola keluarganya. Hasil budidaya black bass dijadikan stok untuk memenuhi kebutuhan ikan, ketika persediaan ikan di pasar kosong. 

Manfaat lainnya sebagai aktraksi wisata bagi tamu rumah makan Kiniko Kafe yang terletak di objek wisata Danau Anak Laut, tersebut.(*)

Narator: Syita 

Video Editor: M Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved