Selasa, 5 Mei 2026

Konflik Timur Tengah

Suriah Dibombardir! Israel Hantam Keras Damaskus, Istana Nyaris Kena

“Pesawat-pesawat tempur Israel terbang rendah di atas Damaskus, lalu terdengar ledakan-ledakan keras.

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nur Nihayati
Tribunnews
ISTANA KEPRESIDENAN SURIAH - Foto tangkap layar yang menunjukkan Istana kepresidenan Suriah. Israel membom lokasi ini pada Rabu (16/7/2025) sebagai bentuk ancaman agar Suriah menarik pasukan pemerintah dari wilayah Suwayda yang mayoritas ditempati warga Druze, komunitas minoritas yang sangat dilindungi Israel. 

“Saya merasa tidak berdaya. Keluarga saya ada di Sweida, istri saya, paman-paman saya, semua di sana. Mereka diserang, rumah mereka dibakar, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Faez Shkeir, seorang pria Druze dari Israel.

Baca juga: VIDEO - Beringas! Israel Bombardir Kemenhan Suriah, Klaim Dukung Suku Druze, Asap Tebal Membumbung

Kekerasan di Sweida: Warga Ketakutan, Rumah Dijarah

Di Sweida, suasana mencekam.

Warga mengaku tidak bisa keluar rumah karena tembakan dan ledakan terdengar di mana-mana.

“Kami terkepung. Kami mendengar para pejuang berteriak. Kami sangat ketakutan,” kata seorang warga Sweida kepada Reuters melalui telepon, sambil menambahkan bahwa ia dan keluarganya berusaha menjaga anak-anak tetap tenang agar tidak menarik perhatian.

Kementerian Kesehatan Suriah melaporkan puluhan korban tewas, baik dari pihak pejuang maupun warga sipil. Sementara itu, Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah menyebutkan setidaknya 169 orang telah tewas dalam kekerasan selama sepekan terakhir.

Beberapa sumber keamanan bahkan menyebut angka korban mencapai 300 orang.

Namun, belum dapat memverifikasi jumlah pasti korban.

Baca juga: VIDEO - Semakin Angkuh, Israel Berambisi Serang Iran Jauh Lebih Dahsyat

Tudingan terhadap Pemerintah Sementara Suriah

Israel menyebut pemerintahan sementara Presiden Ahmed al-Sharaa sebagai kelompok “jihadis yang nyaris tidak menyamar”.

Pemerintahan Sharaa saat ini dipimpin oleh kelompok Islamis yang belum diakui sepenuhnya oleh komunitas internasional.

“Kami tidak akan membiarkan mereka memperluas pengaruh ke wilayah selatan Suriah,” kata seorang pejabat militer Israel.

Sharaa sendiri menghadapi tantangan berat dalam upayanya menyatukan kembali Suriah, apalagi setelah terjadinya pembunuhan massal terhadap minoritas Alawi pada bulan Maret lalu, yang makin memperburuk ketegangan sektarian.

Pada Senin lalu, pasukan pemerintah Suriah dikirim ke Sweida untuk mencoba meredam konflik.

 Namun, upaya itu justru berujung bentrokan antara tentara dengan milisi Druze.

Baca juga: VIDEO Trump Murka Netanyahu Membandel! AS Desak Israel Hentikan Serangan Udara di Sweida Suriah

Gencatan Senjata Gagal Ditegakkan

Menteri Dalam Negeri Suriah dan tokoh Druze, Sheikh Yousef Jarbou, mengumumkan bahwa gencatan senjata telah dicapai.

Namun, saksi mata mengatakan bentrokan tetap berlanjut di Sweida.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved