Info Abdya

Tegas! Bupati Abdya Akan Minta Pertamina Tutup Agen Gas yang Permainkan Harga

Bupati Abdya Safaruddin memastikan akan menindak tegas apabila menemukan adanya agen-agen nakal di lapangan. 

|
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/MASRIAN MIZANI
INGATKAN AGEN GAS - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin mengingatkan pangkalan atau agen gas untuk tidak mempermainkan harga jual kepada masyarakat, Jumat (18/7/2025). 

Laporan Masrian Mizani | Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin mengingatkan seluruh pangkalan atau agen gas di daerah itu untuk tidak mempermainkan harga jual gas 3 Kg, Jumat (18/7/2025).

Pernyataan itu ia sampaikan Jumat (18/7/2025), setelah menerima banyak laporan atau keluhan masyarakat terkait harga gas 3 Kg yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

"Seminggu terakhir ini saya menerima keluhan dari masyarakat soal penyaluran dan harga gas elpiji 3 Kg di lapangan bermasalah," ucap Safaruddin, Jumat (18/7/2025).  

Baca juga: Harga Beras di Abdya Melonjak Tajam, Per Sak 15 Kg Kini Capai Rp 255 Ribu, Ini Rinciannya

Safaruddin menduga ada agen-agen "nakal" yang mencoba ingin memainkan harga, serta proses penyaluran tidak tepat sasaran sesuai aturan berlaku.

Menurut Safaruddin, keluhan ini tak hanya dari masyarakat saja, bahkan ia juga menerima laporan langsung dari Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh, Nahrawi Noerdin. 

Karena itu, ia memastikan akan menindak tegas apabila menemukan adanya agen nakal di lapangan. 

Bahkan, tidak menutup kemungkinan Safaruddin akan meminta Pertamina untuk mencabut izin pangkalan yang tak sesuai aturan. 

"Saya ingatkan kepada agen dan pangkalan gas elpiji 3 Kg di Abdya jangan coba-coba nakal, kasihan masyarakat di kampung-kampung," ujarnya. 

Baca juga: Bupati Abdya Ditunjuk Sebagai Korwil Aceh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia

Selain itu, Safaruddin juga menyoroti soal kelangkaan gas elpiji 3 kg di Abdya.

Dalam hal ini, ia akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan juga melakukan pengawasan langsung ke lapangan. 

Safaruddin juga mengingatkan pengusaha atau masyarakat ekonomi menengah ke atas untuk tidak menggunakan gas subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Begitu juga halnya Aparatur Sipil Negara (ASN), secara aturan tidak dibolehkan. Sebab, penggunaan gas subsidi itu hanya untuk masyarakat kurang mampu dan usaha mikro.

"Saya akan meminta kepada dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketat. Jangan ada yang coba-coba bermain, kalau bukan hak kita, jangan diambil. Sayang masyarakat yang benar-benar membutuhkan," demikian Safaruddin.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved