Jumat, 17 April 2026

Berita Banda Aceh

Mualem Surati Gubernur Massachusetts, Minta Jejak Sejarah Aceh Dipertahankan

Menurut Mualem, lambang bersejarah Kota Salem yang menggambarkan hubungan dagang antara Aceh dan Salem pada abad ke-18

|
Editor: mufti
BIRO ADPIM SETDA ACEH
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf 

“Daripada menghapus lambang itu, mari kita perkuat maknanya melalui kerja sama pendidikan, pertukaran budaya, dan menjajaki hubungan kota kembar antara Banda Aceh dan Salem,” MUZAKIR MANAF, Gubernur Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem menyurati Gubernur Massachusetts, Maura Healey, dan Pemerintah Kota Salem di Amerika Serikat, untuk tidak menghapus jejak sejarah Aceh yang tertera pada segel dagang Kota Salem. 

Menurut Mualem, lambang bersejarah Kota Salem yang menggambarkan hubungan dagang antara Aceh dan Salem pada abad ke-18 tersebut perlu dipertahankan. 

“Daripada menghapus lambang itu, mari kita perkuat maknanya melalui kerja sama pendidikan, pertukaran budaya, dan menjajaki hubungan kota kembar antara Banda Aceh dan Salem,” tulis Mualem dalam suratnya dikutip Serambi, Sabtu (19/7/2025).

Baca juga: Gubernur Aceh Muzakir Manaf Terima Anugerah Pimred Award 2025

Mualem juga menegaskan bahwa lambang tersebut merupakan simbol langka dari hubungan Aceh-Amerika yang telah terjalin, bahkan sebelum adanya hubungan diplomatik resmi, khususnya melalui perdagangan lada yang dulunya menjadi komoditas utama. Ia menekankan pentingnya mempertahankan sejarah bersama ini sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan lintas budaya antara Aceh dan Kota Salem. 

Surat Mualem tersebut juga ditembuskan kepada anggota parlemen AS dan Duta Besar AS untuk Indonesia. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Aceh dalam melestarikan simbol sejarah yang mendalam ini. Usulan ini menjadi momen penting dalam mempererat kembali hubungan antar masyarakat Aceh dan Amerika Serikat yang telah terjalin lebih dari dua abad lalu.

Penelusuran Serambi, Segel Dagang Kota Salem, Massachusetts, bergambarkan sosok penduduk dengan pakaian khas Aceh dan kalimat berbahasa Latin berbunyi: “Ke pelabuhan terjauh yang kaya di Timur”.

Latar belakang hadirnya sosok tersebut dalam Segel Dagang Kota Salem karena hubungan harmonis antara Kerajaan Kuala Batu (saat ini masuk wilayah Acah Barat Daya) yang bernaung di bawah Kesultanan Aceh Darussalam dengan para pedagang rempah-rempah asal Kota Salem, Amerika Serikat.

Kala itu, sebelum terjadinya perang besar, kapal dagang dari Amerika kerap merapat ke Kerajaan Kuala Batu untuk membeli rempah-rempah, terutama komoditas lada.(ra)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved